Dinkes Jabar Minta Orang Tua Jangan Khawatir Berikan Anak Vaksin

by -21 views

 

Dinas Kesehatan Jawa Barat meminta para orang tua jangan khawatir untuk memberikan vaksin bagi para anaknya. Meskipun saat ini peredaran vaksin palsu tengah ramai diperbincangkan.

“‎Pemberian vaksin harus tetap menjadi prioritas dalam rangka menjaga kesehatan anak agar tidak mudah terkena penyakit tertentu,” jelas Kepala Dinkes Jabar Alma Lucyati kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (15/7/2016).

Dia menuturkan, pemerintah pusat tengah berupaya memberikan vaksin ulang kepada anak-anak yang diduga sudah menggunakan vaksin palsu.

“‎Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan vaksin ulang. Kita imbau masyarakat harus tetap percaya bahwa pelayanan dari kami masih terstandar dan terbaik‎,” jelasnya.

Alma menjelaskan, vaksinasi merupakan prioritas utama agar anak-anak tidak mudah terserang penyakit. Dia meminta masyarakat melakukan vaksinasi di rumah sakit, puskesmas, ataupun posyandu untuk memastikan keaslian vaksin.

“‎Tempat tersebut merupakan bagian dari pemerintah karena mendapat pengawasan ketat terkait asal-usul vaksin sehingga dapat dipastikan keasliannya,” ungkapnya.

Pemerintah juga tengah melakukan pendataan kepada anak-anak yang divaksin di tempat beredarnya vaksin palsu. Dinkes Jabar sudah mengirimkan surat ke rumah sakit dan bidan yang namanya disebut sebagai tempat peredaran vaksin palsu.

“‎Kita lakukan sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan untuk memfasilitasi anak-anak yang mendapat vaksin palsu untuk diimunisasi ulang. Bahkan, saat ini tim satuan tugas (satgas) penanganan vaksin palsu yang terdiri dari Kemenkes, Kepolisian, BPPOM, dan Biofarma tengah menyisir seluruh distributor yang turut mengedarkan vaksin palsu,” tutup Alma.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar menuturkan, motif peredaran vaksin palsu di rumah sakit harus ditelusuri. Selain motif ekonomi, tidak menutup kemungkinan peredaran vaksin di rumah sakit pun terjadi karena adanya tekanan dari pihak-pihak tertentu.

Menurutnya, untuk memastikan anak-anak mendapatkan vaksin asli, bisa saja dilakukan vaksin ulang, terutama terhadap anak-anak di sekitar kawasan peredaran vaksin palsu.

“Jika ada balita yang divaksin di tiap RS, bisa saja diulang,” singkatnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Waras Wasisto mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus peredaran vaksin palsu, khususnya di wilayah Jawa Barat. Persoalan vaksin palsu ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kesehatan jutaan generasi penerus bangsa.

“Kita siap membantu Kepolisian dalam menginvestigasi peredaran vaksin palsu. Meski telah diketahui rumah sakit mana saja yang turut mengedarkan vaksin palsu, pengusutannya harus terus dilakukan untuk memastikan tidak adanya vaksin palsu yang beredar di masyarakat,” tutur Waras.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan tidak cukup hanya mengumumkan 14 rumah sakit. Tapi yang jauh lebih penting adalah harus mengusutnya hingga tuntas agar tidak ada lagi peredaran vaksin palsu di masyarakat.

“‎Peredaran vaksin palsu di 14 rumah sakit tersebut merupakan salah satu bukti lemahnya sistem pengamanan dan pengelolaan kesehatan. Tidak menutup kemungkinan adanya jaringan yang melibatkan internal rumah sakit,” ungkap Waras.

Dia juga menduga peredaran vaksin palsu tidak hanya di rumah sakit di Bekasi saja. Oleh sebab itu pengusutan perlu dilakukan terhadap internal rumah sakit.

Menurutnya, orang-orang yang dicurigai harus diminta keterangan untuk membongkar sindikat yang mengancam kesehatan jutaan anak ini.

“Kita mendesak agar Kementerian Kesehatan dan Kepolisian juga mengusut keterlibatan oknum-oknum rumah sakit yang selama ini bekerja sama dengan para pembuat dan pengedar vaksin palsu,” tutupnya.