Dirlantas Polda Jabar Tilang 32 Kendaraan di Tol Cipali

by -59 views
Jatinangorku.com – Operasi tertib lalu lintas yang digelar Dirlantas Polda Jawa Barat di pintu Palimanan ruas tol Cipali Selasa (8/12/2015) berhasil menilang 32 kendaraan yang melintas tanpa dilengkapi dengan dokumen serta surat-surat kendaraan. Dari 32 pelanggar dokumen kendaraan, terbanyak adalah pengemudi yang tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan 3 diantaranya tanpa membawa Surat Ijin Mengemudi (SIM).
 
“Satu pelanggar lainnya ialah kendaraan roda dua,” tutur Panit PJR Kertajati Ipda Dasep Rahman kepada galamedianews.
 
Operasi dilakukan mulai tengah malam, Senin (7/12/2015) pukul 24.00 dan berakhir Selasa (8/12/2015), dini hari pukul 02.30 WIB. Sasarannya, ialah travel gelap, kendaraan pribadi atau kendaraan kecil.
 
“Kecelakaan maut yang menewaskan sebelas orang dan enam orang di tol Cipali diantaranya karena travel gelap. Sudah seperti itu, sopirnya tidak dilengkapi SIM dan saat mengemudi tidak memperhatikan stamina badan dan kondisi jalan,” tutur Dasep.
 
Selain itu, operasi juga ditujukan sebagai antisipasi atau pencegahan terhadap aksi begal atau perampokan dan penyelundupan narkoba. Dalam operasi Senin tengah malam sampai Selasa dini hari, hanya ditemukan pelanggaran dokumen perjalanan.
 
“Banyaknya kecelakaan membuat kami harus mengantisipasi dimulai dari pintu tol. Kendaraan yang lewat pintu tol Palimanan kita periksa satu per satu. Selain menanyai soal dokumen, juga mengingatkan kepada pengendara untuk memperhatikan batas kecepatan dan stamina badan,” tutur dia.
 
Operasi itu melibatkan kesatuan Patroli Jalan Raya (PJR) sebanyak 38 personil, 7 diantaranya perwira tamtama. Kemudian anggota Reserse dari Polres Cirebon sebanyak 22 orang (terdiri dari 1 perwira menengan, perwira tamtama 3 orang, dalmas 16 orang dan provost 2 orang). Personil lain yang dilibatkan dari kesatuan Brimob sebanyak 3 orang dan Patroli 4 orang.
 
Rencananya, Rabu siang besok kita juga akan gelar operasi. Hanya saja sasarannya ialah kendaraan yang elampaui batas kecepatan. Kami akan dilengkapi dengan speedgun untuk mengukur kecepatan kendaraan yang melintas.
 
“Kecepatan yang disarankan rata-rata antara 80 kilometer/jam sampai 100 kilometer/jam. Dengan speedgun, kita akan tahu mana kendaraan yang melampaui batas kecepatan. Seringnya kecelakaan yang terjadi di Cipali, juga karena kecepatan yang tidak terkontrol,” tutur Dasep.