Dirut IPDN Siap Dicopot Akibat 6 Praja Terbukti Asusila

by -24 views
Jatinangorku.com – Direktur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Rizka Utama Nasution tegas siap dicopot jika memang diminta Mendagri untuk meletakkan jabatan terkait adanya kasus asusila yang terjadi di kampus yang dipimpinnya. 
Kalau pun harus dipindahkan ke IPDN lainnya, Rizka juga tidak mempermasalahkan dan tetap tunduk pada perintah yang digariskan Mendagri. Sebagai pimpinan IPDN, Rizka ngaku siap bertanggungjawab setiap persoalan yang terjadi di sana. 
“Sebagai PNS, mau dipindahkan kek, dipindahkan di copot kami harus siap dengan perintah. Itu memang kewenangan pak menteri,” kata Rizka, Senin (6/7/15). 
Meski begitu, Riska mengklarifikasi, yang terjadi sebenarnya tak ada perkosaan seperti yang telah disampaikan Mendagri, pada saat rapat kerja bersama Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama Forkopimda, di Gedung Daerah baru-baru ini. 
Tetapi papar Rizka hanya pelanggaran moral akibat perbuatan diluar batas. “Tak ada perkosaan. Mungkin pak Mendagri kurang menerima informasi lengkap. Jadi yang terjadi pelanggaran moral,” ungkap Riska. (baca juga : Rizka Utama Akui Terjadi Pelanggaran Asusila Di IPDN Rohil)
Pelanggaran moral yang terjadi menurut Rizka, awalnya tidak lebih dari pacaran. Namun karena terlalu kebablasan hingga menyebabkan teman praja wanitanya pun “segelnya terbuka”. 
Kasus yang disebut Rizka hanya pelanggaran moral tersebut melibatkan enam praja. Dimana semuanya melibatkan anak petinggi dibeberapa kota Pulau Jawa, bukan di Riau. 
“Kami sudah jelaskan ke pihak kampus induk di Jatinangor, pak Kapuspen juga. Itulah sebenarnya yang terjadi. Sekali lagi tidak ada kasus perkosaan,” ungkap Rizka. 
Ada pun keenam praja yang terdiri dari dua praja putri dan empat praja putra sudah diskor, menunggu proses pemberhentian dari Mendagri. 
Lebih lanjut, menurut Rizka persoalan asusila yang terjadi keenam prajanya sebenarnya sudah terjadi di Jatinangor. Kemudian setelah terjadi kenaikan pangkat, kemudian setiap siswa berganti kampus termasuk keenam praja tersebut mendapatkan kesempatan belajar di IPDN Rohil
Karena itu Rizka menyebut terjadinya tindakan amoral tersebut justru sebenarnya jauh sebelum praja ada di Rohil. Karena itu Rizka juga berharap persoalan yang menimpa kampus praja yang dipimpinnya dapat dilihat secara luas.