Disdik Jabar Siapkan Dua Hari untuk UNBK Susulan

by -87 views
Dinas Pendidikan Jawa Barat mengakui masih banyak kendala pada saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terutama pada jenjang SMK. Begitu pula pada jenjang SMA namun masih lebih baik dibandingkan dengan SMK.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan, kendala utama pelaksanaan UNBK SMK terletak pada mata pelajaran pilihan dan kendala-kendala teknis lainnya seperti sekolah yang tidak sarana-prasarananya tidak memadai.
Untuk itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat akan mengadakan ujian susulan bagi para siswa SMK yang terkendala saat pelaksanaan UNBK kemarin. Dia berharap semua masalah yang pernah terjadi dapat diselesaikan dengan baik.
“Kami adakan pada tanggal 18-19 April 2017 besok. Mudah-mudahan semua kendala baik yang ringan ataupun berat pada pelaksanaan kemarin bisa diselesaikan,” kata Hadadi di Bandung, Minggu (16/4).
Menurutnya, kendala-kendala yang terjadi pada saat pelaksanaan kemarin merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memeratakan pelaksanaan UNBK jenjang SMA dan SMK menjadi 100 persen pada tahun depan.
Hadadi bersikukuh pelaksanaan UNBK jauh lebih menghemat anggaran dibandingkan dengan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) atau ujian manual. Saat ini masih sekitar 14 persen SMA dan SMK di daerah yang masih melaksanakan UNKP.
“Ini kan tugas baru maka harus berani melakukannya, memang ada halangan tetapi alhamdullilah bisa terlalui ya,” ujar Hadadi.
Selain semua hal teknis dikontrol Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, keuntungan lainnya UNBK adalah soal baru diberikan sehari sebelum Hari-H dan banyaknya varian soal sehingga dapat meminimalisasi kecurangan.
“UNBK juga lebih praktis, kami tidak deg-degan karena tidak harus mengawal distribusi soal dan menjaganya di gudang penyimpanan. UNKP juga kan harus memindai hasil jawaban yang butuh tenaga yang sangat besar,” kata Hadadi.
Dihubungi terpisah, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengatakan ada beberapa hal masalah yang terjadi di Jawa Barat terkait pelaksanaan UNBK jenjang SMK.
Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti mengatakan, masalah terbesar yang terjadi di Jawa Barat adalah kepala sekolah di Kabupaten Garut terpaksa harus berutang kepada pihak ketiga agar UNBK dapat terlaksana.
“Hal ini dikarenakan adanya keterlambatan dana BOS dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi terkait perubahan skema dari hibah menjadi anggaran belanja,” kata Retno.
Banyak sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana laboratarium komputer yang memadai. Ini terjadi di Tasikmalaya, Garut, Bogor, dan Indramayu.
Sarana dan prasara itu, kata dia, komputer, jaringan LAN, dan internet sesuai spesifikasi yang ditentukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Mayoritas sekolah di daerah kewalahan menyiapkan sarana dan prasarana,” ujar Retno.
Selain itu, secara nasional ada beberapa masalah lainnya pada pelaksanaan UNBK jenjang SMK yaitu adanya pencuri, teknis di lapangan yang membuat siswa gagal log-in, pelaksanaan yang masih terbagi tiga sesi yang membuang waktu, masih adanya UNKP, dan data log-in yang dipasang di meja siswa dan menyebabkan siswa di sesi kedua tidak dapat log-in karena toketnya sudah dipakai di sesi pertama.
Atas beberapa masalah tersebut, Retno menyebutkan kesalahan-kesalahan teknis di lapangan tak hanya karena kesiapan komputer dan internet. Menurutnya, pemerintah tidak menyiapkan proktor dengan baik.
“Menurut pengakuan beberapa proktor, mereka terpaksa harus belajar sendiri dengan fasilitas sendiri yang terkadang jauh dari memadai,” Retno mengakhiri.