Disimpan di Lapisan Sandal, Penyelundupan Sabu Senilai Rp 6,9 M Digagalkan

by -31 views

Disimpan di Lapisan Sandal, Penyelundupan Sabu Senilai Rp 6,9 M Digagalkan

Jatinangorku.com – Dalam tempo dua hari, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat dan Kantor Pusat DJBC serta Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil menggagalkan penyelundupan 3.875 gram methamphetamine (sabu-sabu) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Sabu-sabu tersebut diperkirakan bernilai Rp 6,9 miliar.

Jumlah sabu-sabu dalam upaya penyelundupan kali ini merupakan jumlah yang cukup besar dalam empat tahun terakhir. Sabu-sabu yang disita diperoleh dari tiga orang, yaitu ASI (48), warga negara Indonesia serta MI (48) dan RA (48), keduanya tercatat sebagai warga negara India. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari ketiga tersangka, kasus dikembangkan dan akhirnya berhasil ditangkap empat orang kurir penjemput di Jakarta.

Kepala Kantor DJBC Wilayah Jawa Barat, Kusdirman Iskandar menjelaskan, penyelundupan berlangsung selama dua hari, Sabtu (7/9) dan Minggu (8/9). Keduanya berhasil digagalkan.

“Ini tangkapan ketiga dan keempat di 2013. Yang pertama dan kedua yaitu di kantor pos Cirebon dan Bandung. Ini prestasi yang membanggakan,” ujar Kusdirman dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Wilayah DBJC Jawa Barat, Jln. Asia Afrika Bandung, Rabu (11/9).

Dijelaskan Kusdirman, pada kasus penyelundupan pertama, Sabtu (7/9), petugas Bea dan Cukai Bandara Husein Sastranegara Bandung mencurigai gerak-gerik dan hasil pencitraan x-ray seorang penumpang pesawat Silk Air No. Flight MI 192 rute Singapura-Bandung, yang tiba pukul 09.45 WIB. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap penumpang yang diketahui berinisial ASI beserta seluruh barang bawaannya.

“Dari hasil pemeriksaan itu, didapati 3 bungkusan berwarna cokelat yang disembunyikan di dasar koper. Di dalamnya ternyata berisi bubuk kristal berwarna bening dengan berat total 2.900 gram atau 2,9 kilogram,” ungkap Kusdirman.

Selanjutnya dilakukan pengujian di laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Bea dan Cukai. Hasilnya, sampel bubuk kristal berwarna kuning itu positif narkotika golongan I jenis sabu-sabu (methamphetamine). 

“Asumsi satu gram harganya Rp 1,8 juta. Jadi total nilai untuk 2.900 gram sabu itu mencapai Rp 5,2 miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut ditambahkan Kusdirman, pada kasus penyelundupan kedua, Minggu (9/9), petugas mencurigai dua orang penumpang Silk Air No. Flight MI 196 rute penerbangan Singapura-Bandung yang tiba di Bandara Husein Sastranegara pukul 15.45 WIB. Petugas lalu melakukan pemeriksaan mendalam dan akhirnya dari kedua pria berinisial MI dan RA itu diperoleh barang mencurigakan.

“Petugas memeriksa intensif dua warga negara India itu. Petugas berinisatif melakukan x-ray terhadap sandal yang dipakai kedua orang itu. Dari hasil pencitraan sandal, ternyata ada kejanggalan,” paparnya.

Saat diperiksa terdapat bungkusan berisi bubuk kristal bening dalam lapisan sandal ini. Beratnya sekitar 975 gram. 

“Kita cek di laboratorium, ternyata positif narkotika golongan I jenis sabu. Perkiraan kita barang haram itu bernilai Rp 1,75 miliar,” jelasnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, ketiga tersangka beserta barang bukti seberat 3.875 gram diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Para tersangka terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 50 juta atau paling banyak Rp 5 miliar. Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau pidana penjara 5 dan 20 tahun.

Kusdirman menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja petugas di lapangan yang dapat menggagalkan penyelundupan barang haram tersebut. Hal itu membuktikan ketatnya penjagaan yang dilakukan di pintu masuk Kota Bandung melalui jalur udara. 

Ia pun menilai, penggagalan narkotika golongan I itu setidaknya menyelamatkan ribuan orang. “Dengan asumsi 1 gram sabu dikonsumsi 5 orang maka kerugian sosial diperkirakan 19.375 orang. Tapi beruntung ini (sabu) tidak sampai beredar,” tegasnya.

Nigeria

Sementara itu, Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Pol. Anang Pratanto menuturkan, tersangka yang tertangkap di Bandara Husein Sastranegara merupakan jaringan berbeda, namun masih di bawah kendali orang-orang Nigeria. Jika dulu diproduksi di Nigeria, maka saat ini sudah mulai berpindah ke India.

“Yang mengorganisasi masih dari Nigeria. Tapi sekarang markasnya di India. Kita sudah ke sana dan minta polisi India menangkap. Tapi ternyata sekarang kejadian lagi,” kata Anang di tempat yang sama.

Ditambahkan Anang, sabu dari India biasanya dibawa masuk ke Indonesia dengan dua cara. Ada yang langsung dibawa masuk ke Indonesia, ada juga yang melalui cara lain, yaitu singgah di Malaysia.

“Yang sekarang tertangkap ini, rencananya mau diedarkan di Indonesia dan pemesannya berada di Jakarta,” papar Anang.

Dari penangkapan di Bandara Husein Sastranegara, BNNP kemudian turun tangan dan melakukan pengembangan. Akhirnya BNNP berhasil menangkap empat orang kurir penjemput di Jakarta. 

Lewat paket pos

Mengenai modus penyelundupan yang digunakan jaringan pengedar narkotika, Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Muhammad Sigit mengatakan, sejauh ini paling banyak melalui pengiriman paket pos.

“Ada peningkatan percobaan penyelundupan narkotika ke Indonesia dari 2012 ke 2012. Jika tahun 2012 jumlahnya hanya 132 kasus, tahun 2013 hingga bulan Agustus sudah mencapai 145 kasus. Angka 145 itu baru sampai Agustus lo. Mungkin akan bertambah hingga akhir tahun ini,” ujarnya.

Dari 145 kasus yang ada, tambah Sigit, didominasi penyelundupan sabu-sabu dan ekstasi. Modus penyelundupan terbanyak, yaitu melalui pengiriman paket pos. Sedangkan urutan kedua melalui hand carry atau barang bawaan yang dibawa masuk melalui bandara.

“Modus melalui paket pos itu pernah juga diungkap di Bandung,” ujarnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com