Disperindag Kab. Sumedang Akan Lakukan Sidak ke Pasar

by -177 views


Jatinangor (8/8)

SUMEDANG, (PRLM).- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Sumedang bersama instansi terkait lainnya, akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah pasar tradisional dan modern.

Sidak tersebut untuk mengantisipasi beredarnya makanan kadaluarsa dan berbahaya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1433 H.

“Walaupun sampai sekarang kita belum menerima keluhan dan laporan masyarakat tentang makanan kadaluarsa dan berbahaya, tapi kita akan melakukan pengawasan dan pengecekan langsung ke lapangan. Upaya itu, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam mengonsumsi kebutuhan pokok menjelang lebaran nanti. Apalagi menjelang lebaran, peredaran barang sangat tinggi sehingga perlu diawasi,” kata Kepala Disperindag Kab. Sumedang, Drs. H. Ramdan R. Dedy didampingi Kabid Perdagangan, Yayat MTH di kantornya, Senin (6/8).

Menurut dia, sidak pengawasan barang beredar di pasar dalam menghadapi lebaran, akan dilakukan di sejumlah pasar tradisional dan modern. Para petugasnya akan dibagi dua grup.

Grup pertama akan melakukan sidak di Pasar Tanjungsari, Cimanggung dan pasar modern Jatos (Jatinangor Town Square). Grup kedua, di Pasar Inpres Sumedang, Wado dan pasar modern Griya.

“Dalam sidak nanti, kita akan melibatkan sejumlah petugas dari Dinkes, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), Badan Kesbang Linmas dan Penanggulangan Bencana dan Satpol PP. Waktunya, kami rahasiakan. Tapi dalam waktu dekat ini,” ujarnya

Ramdan menyebutkan, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) yang akan dicek, diantaranya daging sapi, daging ayam, telur, beras, gula pasir, minyak goreng, gas elpiji 3 kg serta beberapa jenis sayuran. Selain itu, Disperindag pun akan mengecek tanggal kadaluarsa makanan kemasan, termasuk parsel.

“Seandainya nanti kita menemukan makanan yang sudah kadaluarsa, kita akan langsung menariknya dari peredaran. Sebab, dampaknya merugikan kesehatan. Begitu pula sayur-sayuran. Bukan mustahil, ada oknum yang sengaja mengawetkan sayuran dengan formalin. Termasuk makanan lainnya yang menggunakan pewarna tekstil. Untuk mengecek kebenarannya, Dinkes akan membawa alatnya. Jika ditemukan makanan yang mengandung formalin dan pewarna, akan diambil sampelnya untuk diteliti lebih jauh,” tuturnya.

Ditanya kemungkinan daging ayam yang disuntik air untuk memperberat kiloan, ia mengatakan, tindakan tersebut termasuk kecurangan.

Kecurangan itu akan ditelusuri dan dicek kebenarannya di sejumlah pasar tradisional. Begitu pula dengan kemungkinan beredarnya ayam tiren (bangkai ayam) di Sumedang. Hanya saja, untuk membuktikan ayam tiren perlu dilakukan investigasi. Namun, untuk mengenali ayam tiren bisa dilihat dari fisiknya.

“Kalau ayam tiren, di bagian badan dan lehernya banyak darah lebam. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat. Sementara ayam yang disuntik air, kelihatan banyak kandungan airnya. Namun, sampai sekarang kita belum menemukan indikasi ayam berair dan ayam tiren di sejumlah pasar tradisional di Sumedang. Kami mengimbau, agar masyarakat jangan tergiur dengan harga murah yang sangat mencolok,” ujar Ramdan. (A-67/A-89)***

 

sumber : pikiran-rakyat