Disperindag Kab. Sumedang Ambil Sampel Makanan Berpewarna

by -99 views


SUMEDANG, (PRLM).-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Sumedang bersama instansi terkait lainnya, mengambil sejumlah sampel makanan untuk diteliti di laboraturium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sumedang.

Pengambilan sampel makanan dilakukan, karena dicurigai mengandung zat pewarna sintetis yang bisa membahayakan kesehatan.

“Tapi itu pun masih bersifat dugaan. Untuk kepastiannya, nanti bisa dilihat dari hasil pengujian menggunakan alat khusus di laboraturium Dinkes,” kata Kepala Disperindag Kab. Sumedang, Drs. H. Ramdan R. Dedy bersama rombongan dari instansi lainnya dalam sidak (inspeksi mendadak) “Pengawasan Barang Beredar Menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1433 H” di Pasar Inpres Sumedang, Rabu (8/8).

Ia menyebutkan, sampel makanan yang diambil petugas, di antaranya kripik pedas, sekoteng, bakso ikan dan delapan jenis bumbu yang sudah jadi.

Sejumlah sampel itu sengaja dibeli dari pedagang untuk selanjutnya dicek di laboraturium Dinkes. Pasalnya, sejumlah makanan itu terindikasi menggunakan zat pewarna yang bisa membahayakan kesehatan.

“Apabila hasilnya nanti memang positif menggunakan pewarna berbahaya, tak segan-segan kami akan langsung menariknya dari peredaran,” kata Ramdan.

Dikatakan, sidak ke pasar tradisional dan modern yang dipimpinnya, yakni Pasar Inpres dan Griya. Berbagai kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) yang dicek, di antaranya daging sapi, daging ayam, telur, beras, gula pasir, minyak goreng, dll.

Dari hasil pengecekan, secara umum harga kepokmas hingga kini dinilai stabil di bawah 10 persen. Selain itu. stok barangnya mencukupi dan distribusinya pun lancar. Bahkan dari beberapa makanan yang dicek, tidak ditemukan penggunaan bahan pengawet berbahaya serta praktik kecurangan yang dilakukan para pedagang.

“Pengecekan daging sapi dan ayam, dinilai aman dikonsumsi. Tidak ditemukan penggunaan formalin, borax, daging ayam yang disuntik air, dll. Apalagi, pengecekannya dilakukan langsung oleh dokter hewan serta petugas Dinkes. Begitu pula barang kemasan termasuk parcel di Griya, tidak ditemukan makanan kadaluarsa. Saya mengimbau menjelang lebaran nanti, pedagang jangan seenaknya menaikan harga. Bagi konsumen pun harus cerdas ketika membeli barang,” ujar Ramdan.

Menanggapi sampel makanan yang dibawa, Pelaksana Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling), Dinkes Kab. Sumedang, Abu Bakar Sidik mengatakan, penelitian sejumlah sampel makanan itu, membutuhkan waktu sekitar lima jam.

“Dengan penelitian itu, bisa diketahui apakah sampel makanan itu positif mengandung zat pewarna sintetis yang berbahaya atau tidak? Nanti bisa ketahuan. Cuma sampel itu baru akan diteliti besok, karena kami harus menunggu sampel dari pasar lainnya,” kata Abu Bakar.

Sementara itu, Kepala UPTD Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan (PPKH) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kab. Sumedang, drh. Mursjid mengatakan, kondisi daging sapi, daging ayam dan hati sapi yang dijual para pedagang di pasar, umumnya aman dikonsumsi.

Petugas tidak menemukan daging sapi yang memakai formalin, borax serta tidak menemukan daging ayam yang disuntik air. “Hasil pengecekan makanan hewani tadi, umumnya bagus atau layak dikonsumsi. Kalau sebelumnya beberapa bulan lalu, di pasar ini sempat ada pedagang yang ketahuan mencampur daging sapi dengan borax. Tapi saya tadi cek lagi, tidak ada lagi daging yang dicampur borax,” kata Mursjid. (A-67/A-89)***

sumber : pikiran-rakyat.com