Disperindag Perlu Awasi Ayam Tiren

by -65 views

Disperindag Perlu Awasi Ayam Tiren

Jatinangorku.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di kabupaten dan kota perlu segera melakukan pengawasan terhadap peredaran ayam tiren sehingga bisa meredam keresahan masyarakat.

“Disperindag kabupaten kota yang membawahi langsung pasar di daerahnya, harus segera turun ke lapangan dan melakukan pengawasan terhadap peredaran ayam tiren ini. Jangan sampai malah membuat masyarakat resah,” jelas Kepala Disperindag Provinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif, Minggu (22/9).

Dikatakannya, maraknya peredaran daging ayam tiren memang sangat meresahkan, bahkan sangat membahayakan konsumen. Sebab ayam tiren mengandung bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

“Untuk pengawasan itu Disperindag kabupaten kota, bisa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan di kabupa-ten kota. Yang jelas, semua pihak harus concern terhadap daging ayam yang aman bagi kesehatan dan halal,” katanya.

Tidak hanya itu, konsumen pun perlu waspada saat membeli daging ayam. Biasanya daging ayam tiren diperjualbelikan pedagang pada subuh atau malam hari untuk menyamarkan warnanya.

“Konsumen jangan beli ayam saat gelap, terutama pada malam hari atau subuh, karena tanda-tanda ayam tidak sehat jadi tidak diketahui,” katanya.

Tidak hanya itu, konsumen pun perlu curiga bila ada pedagang yang menjual daging ayam dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran. Bisa jadi yang ditawarkan tersebut daging ayam tiren. Terlebih saat ini harga daging ayam memang cukup tinggi.

“Sekarang harga daging ayam mencapai Rp 37.000/kg, jadi kalau ada yang menjual Rp 30.000/ kg atau di bawahnya, patut dicurigai,” katanya.

Ferry mengatakan, pengawasan perlu dilakukan Disperindag kabupaten kota. Apalagi saat ini masyarakat dihadapkan pada momen Iduladha, di mana harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan, termasuk harga daging ayam. Pada momen tersebut biasanya harga daging ayam mengikuti harga daging sapi. Sedangkan saat ini harga daging sapi sendiri relatif tinggi sehingga perlu diawasi.

“Memang saat ini kondisinya cukup sulit, harga-harga masih tinggi,” katanya.

Bahkan saat ini harga tahu juga masih tinggi seiring tingginya harga kacang kedelai. Diperkirakan harga kedelai akan tetap tinggi. Terlebih akan ada anomali cuaca di Amerika. Sehingga harga kedelai sulit mengalami penurunan.

Meski demikian, lanjutnya, saat ini pemerintah berusaha melakukan antisipasi. Pemerintah juga berencana melakukan pengembangan tanaman kedelai lokal seluas 126.000 hektare melalui APBNP. “Mudah-mudahan November atau Desember kedelai lokal sudah bisa dipanen. Sehingga ikut mengatasi kondisi saat ini,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com