Distamben Intensifkan Sosialisasi Geotermal

by -11 views

Distamben Intensifkan Sosialisasi Geotermal

Jatinangorku.com – Dinas Pertambangan Energi dan Pertanahan (Distamben dan Pertanahan) Kab. Sumedang akan mengintensifkan sosialisasi terhadap masyarakat terkait proses pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB/geotermal) di Kec. Buahdua.

Pasalnya, hingga kini masih terjadi pro dan kontra di masyarakat mengenai pembanguna geotermal itu. Kondisi itu juga yang menyebabkan proses pembangunannya terhambat hingga sampai sekarang belum dilakukan eksplorasi.

“Proses pembangunannya bukan tertunda, melainkan terhambat. Akan tetapi, sosialisasi masih terus berlangsung dan akan digiatkan lagi supaya masyarakat yang kontra memahami manfaatnya sekaligus solusi dampak lingkungan yang akan timbul,” ujar Kadistamben dan Pertanahan Kab. Sumedang, Surrys Laksana Putra, Minggu (22/6).

Terjadinya penolakan sebagian warga terhadap pembangunan geotermal, menurutnya, karena masih ada kecemasan dengan dampak lingkungan yang akan ditumbulkan. Mereka khawatir dampak pengeboran tanah dalam eksplorasi geotermal menyebabkan semburan lumpur seperti Lapindo. Mereka juga takut dampaknya sumur-sumur warga akan kering.

“Sekecil apa pun pembangunan, pasti ada dampak lingkungannya. Akan tetapi, dampak lingkungan tersebut bisa ditanggulangi dan diminimalisasi dengan kaidah teknis yang benar dengan penerapan teknologi canggih dan ramah lingkungan. Hanya disayangkan, kekhawatiran warga itu terlalu dibesar-besarkan oleh oknum sehingga mereka dengan mudah terprovokasi hingga timbulah penolakan,” kata Surrys.

Ia tak memungkiri, masyarakat sudah mengerti manfaat dari geotermal tersebut. Geotermal itu bisa menghasilkan listrik yang cukup besar, bahkan bisa membangun kawasan objek wisata air panas. Hal itu seperti di Pemandian Air Panas Darajat ataupun Kamojang, Garut. Dari kedua potensi itu bisa tercipta lapangan pekerjaan hingga perekonomian masyarakat akan tumbuh.

“Namun, warga belum memahami seutuhnya. Oleh karena itu, kami akan lebih mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat. Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan warga. Bahkan tanggal 24 Juni nanti, kami akan berkonsultasi dengan Kementerian ESDM,” tuturnya.

Surrys menjelaskan imbas penolakan itu menyebabkan jadwal kegiatan eksplorasi mundur. Yang sedianya tahun 2013, sampai sekarang eksplorasinya belum bisa dilaksanakan.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/