Divonis Tiga Tahun Penjara, Mantan Kadisdik Jabar Langsung Pingsan

by -41 views

Divonis Tiga Tahun Penjara, Mantan Kadisdik Jabar Langsung PingsanKetua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Endang Makmun menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara, subsider dua bulan, dan denda Rp200 juta kepada mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Asep Hilman.

Tidak lama setelah divonis, Asep Hilman langsung pingsan, beberapa saat setelah istrinya juga pingsan.  Asep Hilman langsung digotong untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Sidang vonis mantan Kadisdik Jabar Asep Hilman yang terjerat kasus proyek buku aksara sunda ini juga diwarnai aksi unjuk rasa dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas). Massa mengepung area depan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Rabu, 5 September 2017.

Dalam putusan disebutkan, Asep terbukti bersalah. Dia juga disebut melakukan tindak pidana korupsi memperkaya diri dari pengadaan buku Aksara Sunda tahun anggaran 2010 mencapai Rp3,9 miliar. 

Endang menyatakan, Asep terbukti berdasarkan dakwaan primer pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 18 Undang- undang RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Endang mengatakan, terdakwa terbukti bekerjasama menjalankan tindak pidana korupsi dengan melibatkan pihak swasta. “Kesepakatan secara sistematis. Unsur perbuatan terdakwa dan korporasi telah terbukti,” ujar Endang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung jalan LLRE Martadinata Kota Bandung Jawa Barat, Rabu 6 September 2017.

Tidak memberikan teladan

Dalam pertimbangannya, lanjut Endang, untuk hal meringankan terdakwa mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum dan sopan saat menjalani persidangan. Sedangkan untuk hal memberatkan, terdakwa selaku Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, tidak memberikan teladan kepada masyarakat dalam program pemberantasan korupsi.

“Terdakwa tidak berperan aktif mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi,” katanya.

Diketahui, Asep ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan buku aksara Sunda untuk SMKN se-Jawa Barat pada tahun 2010, berdasarkan Surat Sprindik No. 478/02/fd.1/09/2015.

Asep dalam kedudukannnya sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Jabar melaksanakan pengadaan buku aksara Sunda untuk SMK. Anggaran yang diajukan Rp 7 miliar, namun dialokasikan sebesar Rp 4,5 miliar.

Karena kegiatannya spesifik, pelelangan diatur di antara pengusaha tertentu yang akhirnya panitia menunjuk CV Walatara sebagai pelaksananya. Kegiatan dimulai sejak percetakan sampai dengan distribusi ke alamat sekolah.

Dalam hal ini, Asep Hilman selaku PPK melakukan mark up harga buku aksara Sunda. Selain itu, Asep yang pada awalnya menolak kegiatan tersebut akhirnya menikmati pemberian dari Adang sebagai Direktur CV Walatara

Sumber  : http://www.pikiran-rakyat.com