Djahri: PT CCAI Beroperasi Sesuai Aturan, Hentikan Pengambilan Air Bawah Tanah

by -41 views

Djahri: PT CCAI Beroperasi Sesuai Aturan, Hentikan Pengambilan Air Bawah Tanah

Jatinangorku.com – Kepala Bagian Humas Pemkab. Sumedang, yang juga mantan Kepala Bidang Perizinan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Daerah (BPMPD) Kab. Sumedang, Asep Tatang Sujana, menegaskan, perusahaan PT. Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) untuk sementara waktu harus menghentikan pengambilan air bawah tanah atau permukaan untuk operasional perusahaannya.

Perusahaan yang berlokasi di Jln. Raya Bandung-Garut, Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang itu, diduga belum mengantongi izin dalam proses pengambilan air bawah tanah melalui pengeboran sumur artesis yang ada di dalam perusahaan tersebut.

Sampai saat ini dalam operasionalnya, perusahaan internasional itu diduga masih mengambil atau memanfaatkan air bawah tanah untuk operasionalnya.

“Harus dihentikan dulu pengambilan airnya, sebelum izin perpanjangan pengambilan air diterbitkan pemerintah,” kata Asep kepada wartawan di Desa Sindangpakuon, Kec. Cimanggung, Rabu (26/2/2014).

Dikabarkan di lapangan, sejak 2010 lalu hingga sekarang, izin proses pengambilan air bawah tanah dan air permukaan yang dilakukan PT. CCAI masih dalam proses perpanjangan izin. Namun izin perpanjangan itu, diduga sampai Rabu kemarin belum keluar.

“Izinnya sudah habis. Sampai saat ini, proses izinnya belum keluar dan harus dihentikan dulu pengambilan airnya,” kata Asep.

Sementara dalam peraturan, kata dia, tiga bulan menjelang habis masa surat izin pengambilan air itu sudah harus diproses perpanjangannya ke pemerintahan terkait. Meski tahap pengajuan surat perpanjangan izin itu dilaksanakan oleh PT. CCAI.

Asep pun menegaskan, perusahaan yang belum memiliki surat izin dalam pengambilan air bawah tanah atau permukaan, tak layak untuk beroperasional. Surat izin itu sebagai persyaratan untuk kelangsungan operasional perusahaan tersebut.

Menurutnya, izin perpanjangan pengambilan air bawah tanah belum dikantongi PT. CCAI, akan menimbulkan masalah dan kendala dalam operasionalnya.

Sementara izin perpanjangan masih dalam proses, kata Asep, pihak PT. CCAI masih mengoperasionalkan perusahaannya dan diduga masih memanfaatkan air bawah tanah. “Itu yang menjadi masalah,” katanya.

Ia juga mengatakan, pihak PT. CCAI ini, sudah mengusulkan dan memproses izin formal pengambilan air bawah tanah tersebut. Sebelumnya, proses izin disampaikan BPMPD ke Pemkab. Sumedang. Kemudian oleh pihak Pemkab Sumedang secara formal sudah mengantarkan surat permohonan perpanjangan izin pengambilan air dari PT. CCAI ke Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jabar. PSDA adalah yang mengelola sumber air.

“Surat yang disampaikan ke PSDA itu, untuk mendapatkan rekomendasi hasil kajian dari lembaga tersebut untuk terbitnya izin,” katanya.

Sementara melihat di lapangan, kata dia, pihak perusahaan tak menghentikan aktivitas selama proses perizinan masih ditempuh. “Saya mengetahui hal itu, sewaktu menjabat di Bidang Perizinan BPMPD Kab. Sumedang hingga akhir Desember 2012,” katanya.

Sebenarnya, kata dia, saat itu BPMPD Kab. Sumedang sudah sempat memproses surat permohonan perpanjangan izin sesuai prosedur yang berlaku. Namun sampai saat ini izin tersebut belum terbit. Diduga, persyaratannya belum lengkap. “Sampai kapan pun izin tak akan terbit kalau persyaratan belum lengkap,” katanya.

Ketika dikonfirmasi wartawan di rumah makan di Nagreg, Kab. Bandung, Rabu kemarin, Humas PT. CCAI Cimanggung, Djachri Surahman mengatakan, pihaknya tak ingin berspekulasi pada tahap ini (proses perizinan, red). Namun demikian, Djahri menjelaskan, sebagai perusahaan berkomitmen untuk patuh dan menghormati hukum yang berlaku.

“Makanya, kami bekerjasama dengan autoritas untuk menjalani proses ini secara koopratif,” katanya.

Djahri juga mengatakan, PT. CCAI adalah perusahaan yang beroperasi sesuai aturan dan peraturan yang berlaku.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/