Dongkrak Pendapatan, Bappenda Sumedang Optimalkan Raihan dari Sektor PBB

by -177 views

BADAN Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kab. Sumedang, terus melakukan terobosan untuk mendongkrak pendapatan daerah. Salah satu cara yang dilakukan diantaranya melalui optimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor PBB (pajak bumi dan bangunan).

Sekretaris Bappenda Kab. Sumedang, Dr. H. Asep D Darmawan mengatakan, sektor PBB merupakan potensi PAD yang cukup seksi,  serta membutuhkan sentuhan inovasi. 

“Sejak pengelolaanya diserahkan Pemerintah Pusat, penerimaan PAD dari sektoe PBB terus meningkat. Bahkan untuk tahun sekarang kami menargetkan penerimaan PBB sebesar Rp.40 milyar,” katanya.

Mengingat potensi PAD dari sektor tersebut masih sangat besar, maka pihaknya terus melakukan terobosan inovasi. Diantaranya dengan melaksanakan program verifikasi basis data PBB untuk wilayah  perkotaan dan perdesaan.

Program tersebut tersebar di  15 wilayah kecamatan dan 40 desa. Dengan dilaksanakanya program tersebut, maka diproyeksika  penerimaan PBB tahun 2019 akan meningkat signifikan.

Apalagi sejumlah kecamatan yang menjadi proyeksi program tersebut,  merupakan kecamatan strategis dengan tingkat perkembangan tata ruang yang dinamis. Seperti diantaranya wilayah Kecamatan Cimanggung, Jatinangor, Pamulihan, Tanjungsari, Sumedang Selatan, Sumedang Utara, Cimalaka, Paseh, Buahdua, Conggeang, Cisarua, Tomo, Ganeas dan Situraja.

“Sejumlah wilayah tersebut mengalami perkembangan tata ruang yang dinamis. Misalnya saja, dari yang sebelumnya terdata dalam potensi PBB sebagai lahan  kosong (tanah saja), kini di atasnya sudah berdiri bangunan. Begitu pula dengan perubahan-perubahan pada bangunan yang sudah terdata. Dengan demikian, hasil verifikasi tersebut nantinya aka  jadi acua  dalam penentua  NJOP (nilai jual objek pajak). Oleh sebab itu, kami optimis penerimaa  PAD dari sektor PBB, akan meningkat signifikan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Asep menyebutka  jika penerimaa  PBB triwulan pertama sudah mencapai 11%  atau Rp 4,4 milyar dari target Rp 40 milyar.

 

 

 

Sumber : http://www.galamedianews.com