DPSDA Jabar Sosialisasi Sempadan Sungai Ciliwung

by

Jatinangorku.com – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat mengelar rapat usulan penetapan batas sempadan Sungai Ciliwung kepada ratusan masyarakat di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (5/11/2015).

Rapat tersebut salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi bencana banjir di Jakarta.

Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian Bidang Bina Manfaat Dinas PSDA Jabar, Ida Suwasaningsun menjelaskan, kegiatan ini untuk menindaklanjuti rencana aksi multipihak penanganan DAS Ciliwung untuk pengendalian banjir yang selalu terjadi di Jakarta.

Menurutnya, hal itu berdasarkan kesepakatan Katulampa yang ditandatangani pada 20 Januari 2014 oleh sejumlah pihak terkait.

Pemprov Jabar pun sangat mendukung dan menjadikan program unggulan sesuai keputusan Gubernur Nomor 500/Kep/66-Org/2014 tentang Pengelolaan Terintegrasi DAS Citarum, DAS Ciliwung, dan DAS Cimanuk.

“Kami kebagian tugas memberikan sosialisasi dan mengusulkan batas sempadan meskipun pada dasarnya untuk permasalahan ini sudah diatur dalam Permen PUPR No 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Danau,” ujar Ida.

Dalam permen itu juga ditegaskan, Sungai Ciliwung hulu dikategorikan sungai tidak bertanggul di kawasan perkotaan.

Ida menambahkan, hasil pembahasan tim koordinasi penanganan sempadan Sungai Ciliwung diusulkan, batas sempadan Sungai Ciliwung hulu dari Situ Cisaat ke arah hilir 14 kilometer adalah minimal 15 meter dari tepi kiri dan kanan palung sepanjang alur sungai.

“Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut hasil kajian sempadan Ciliwung yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane pada 2013,” paparnya.

Usulan ini, sambungnya, akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, mulai Kementerian PUPR, Bappenas, Bappeda Provinsi Jabar dan lainnya. Nanti akan dibahas apakah lahan itu akan dijadikan kawasan hijau atau lainnya.

“Tak dimungkiri sungai Ciliwung mengalami alih fungsi yang tak terkendali. Tidak hanya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah, tapi badan sungai banyak dibangun permukiman dan bangunan komersil,” imbuhnya

Sumber : http://www.inilahkoran.com/