Drainase Buruk Jalan Rusak dan Bolong di Kota Sumedang

by -188 views

 

 

Ruas jalan di perkotaan yang jaraknya pendek-pendek dan sudah banyak yang bolong dimuluskan tahun ini. Jalan di kawasan perkotaan banyak yang rusak dan bolong karena setiap hujan air cileuncang tumpah ke jalan karena buruknya sistem drainase.

Bukan hanya buruk drainase yang ada di pinggir jalan banyak yang ditutup tembok. Sehingga saat tersumbat dan terjadi pendangkalan tak bisa dikeruk. “Di kawasan kota itu kalau hujan besar maka jalanan menjadi banjir cileuncang karena tak ada drainase,” kata Maman Abdurahman warga Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Senin (21/3).

Seringnya jalan tergenang air membuat aspal terkelupas dan banyak yang bolong. Tahun ini Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air bakal memperbaiki empat ruas jalan yang ada di kawasan perkotaan.

“Tahun ini ada empat ruas jalan diperkotaan yang diperbaiki dan bakal mulus,” kata Sujatmoko, Kepala Bina Marga dan Sumber Daya Air, Senin (21/3).
Untuk perbaikan jalan ini masih dalam tahap lelang dan diharapkan sebelum lebaran jalan di perkotaan sudah mulus. Ruas jalan di perkotaan itu pendek-pendek sehingga jika proses administrasi tuntas maka dalam satu sampai dua hari saja proses pengaspalan bisa tuntas.

Ruas jalan Statistik di Kelurahan Situ tak jauh dari kantor Pemkab SUmedang disiapkan Rp 554 juta untuk perbaikannya. Ruas jalan statistik yang juga disebut jalan Pangaduan Heubeul ini banyak yang bolong.

Tiga ruas jalan lainnya yang berdekatan dan jaraknya sekitar 300 meter ada di jantung kota tak jauh dari Alun-alun Sumedang dan Gedung DPRD. Untuk jalan Raden Saleh dialokasikan Rp 294 juta, Jalan Raden Suyud Rp 643 juta dan Jalan Raden Sadikin Rp 396 juta