Dua Atlet Paralayang Gagal Mendarat, Tim Medis Langsung Tangani

by -23 views

Dua atlet paralayang asal Kalimantan Timur mengalami gagal mendarat dalam pertandingan paralayang PON XIX Jabar di Kabupaten Sumedang, Jumat (16/9/2016). Dua atlet tersebut mengalami luka ringan dan langsung mendapat penanganan medis.

Kepala Badan SAR Nasional Jawa Barat, S Riyadi, melalui humasnya, Joshua, mengatakan insiden ini terjadi pukul 10.29 WIB, dialami atlet putri bernomor peserta 47 dari kontingen Kalimantan Timur, Lis Andriana. Insiden ini menyebabkan lutut kanan Lis terkilir.

Insiden kedua terjadi pukul 14.18 WIB, dialami atlet putra dengan nomor peserta 45 dari Kalimantan Timur, yakni Taufik. Insiden ini terjadi akibat Taufik mengalami vertical landing dan akhirnya mengalami lecet pada tangan kirinya.

“Crash landing terjadi di permukaan tanah, bukan di udara. Angin yang bertiup cukup kencang mengakibatkan pengereman saat mendarat kurang maksimal, akibatnya terjadi crash. Para atlet yang cedera sudah ditangani tim medis,” katanya saat dihubungi, Jumat (16/9).

Pertandingan cabang olahraga paralayang yang diikuti 61 peserta ini, katanya, kemudian ditutup pukul 16.35 dan mulai turun hujan. Selain venue paralayang, Basarnas Jabar pun bersiaga selama pertandingan PON di venue cabang olahraga gantole yang juga di Kabupaten Sumedang dan cabang olahraga terjun payung di Pangandaran.

Di Sumedang, Basarnas Jabar menyiagakan rescue car lengkap dengan peralatan SAR dan 1 tim beranggotakan 12 orang petugas. Helicopter Rescue pun disiagakan dan stand by selama PON dengan terbang ke sejumlah venue