Dua Gedung Baru Siap Dibangun di RSUD Sumedang

by -42 views

Dua Gedung Baru Siap Dibangun di RSUD Sumedang

Jatinangorku.com – Dua unit gedung baru siap dibangun untuk melengkapi fasilitas dan layanan di RSUD Sumedang. Bangun ini akan menjulang tinggi hingga 8 lantai. Satu gedung lainnya dibangun setinggi 3 lantai.

Fasilitas ini dibuat untuk mengurai jalur dan layanan kesehatan yang banyak tersendat akibat minimnya ruangan.
Set featured image
“Kami akan membangun dua gedung baru untuk menambah layanan dan fasilitas rumah sakit juga untuk mengurai jalur dan layanan yang sering tersendat akibat minimnya ruangan,” kata Direktur RSUD Sumedang dr. Hilman Taufik, Minggu (10/8/2014).

Hilman menjelaskan, gedung yang akan dibangun adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD) seluas 1260 meter persegi terdiri atas 3 lantai. Pembangunan ini dilatarbelakangi dengan pelayanan di IGD yang selalu penuh.

Saat ini, ruang IGD RSUD Sumedang hanya bisa menampung 20 pasien kasus gawat darurat. Namun, kunjungan pasien IGD per hari rata-rata 50 orang dengan beberapa kasus non-gawat darurat.

“Yang kasus gawat darurat saja selalu melebihi kapasitas, apalagi ditambah kasus non-gawat darurat yang seharusnya tidak datang ke IGD,” ujar Hilman.

IGD akan dibangun dengan dana sebesar Rp. 6,1 milyar bersumber dari DAK Kesehatan APBN. Pada Desember 2014 ini, gedung ini sudah akan bisa digunakan.

Sementara, gedung satu lagi adalah Instalasi Rawat Inap. Gedung seluas 3200 meter persegi dan terdiri atas 8 lantai ini dibiayai secara gotong royong yaitu APBN dan APBD provinsi dan kabupaten. Namun, baru pada 2015 nanti, pembangunan fisik gedung akan dimulai.

Jika kedua gedung ini sudah jadi, rumah sakit memastikan tidak akan ada pasien yang terhambat pelayanannnya akibat kekurangan tempat tidur (TT). Ada 350 TT saat ini, namun idealnya harus 550 TT yang terbagi ke dalam beberapa layanan yaitu IGD dan rawat inap.

Menurut rencana pengembangan rumah sakit, jumlah ideal ini masih akan mencukupi kebutuhan TT selama 5-10 tahun mendatang di RSUD Sumedang.

Setelah menjadi Badan Layanan Umum Daerah, manajemen keuangan rumah sakit terus diperbaiki. Pendapatan terbesar saat ini bersumber dari Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) atas pelayanan kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain itu, besarnya kontribusi rumah sakit terhadap pembangunan kesehatan di Sumedang, pemkab akan mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) untuk penambahan fasilitas RSUD Sumedang.

“Dana pembangunan gedung di antaranya ada dari DBHCT yang sudah menjadi komitmen bersama bupati,” ujar Hilman

Sumber : http://www.inilahkoran.com/