Dua Pembunuh Sisca Siap Dihukum Mati

by -23 views

Dua Pembunuh Sisca Siap Dihukum Mati

Jatinangorku.com – Dua tersangka kasus pencurian yang menewaskan Sisca Yofie (34), siap dihukum mati apabila kasus yang melilitnya ada keterkaitan dengan Kompol Albertus, mantan kekasih Sisca.

Kuasa hukum W (39) dan A (24), Dadang Sukmawijaya mengatakan, isu itu tidak benar. Menurutnya, tidak ada hubungannya antara Kompol Albertus dengan kedua kliennya tersebut.

“Kalau memang benar ada kaitannya, klien saya siap dihukum mati. W sudah menyatakan kepada kami, dia tidak kenal Kompol Albertus,” tegasnya.

Untuk lebih meyakinkan, tambahnya, W dan A berharap agar bisa dipertemukan dengan Kompol Albertus.

“Klien saya ingin ketemu sama Kompol Albertus dan ingin membuktikan memang tidak ada kaitannya antara Kompol Albertus dan klien kami,” imbuh Dadang kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jln. Jawa, Selasa (17/9).

Pada kesempatan tersebut Dadang menjelaskan, tersangka W dan A menjalani pemeriksaan tambahan di Mapolrestabes Bandung, Jln. Jawa, Selasa (17/9). Pemeriksaan tambahan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang disebut kejaksaan masih memiliki kekurangan.

Tersangka W dan A diperiksa secara terpisah oleh penyidik Polrestabes Bandung. W mulai diperiksa sekitar pukul 10.00 WIB dan A pukul 11.00 WIB. Tersangka W diberi 14 pertanyaan, sedangkan A dilayangkan 18 pertanyaan. Pemeriksaan tambahan kedua tersangka selesai pukul 15.30 WIB.

Dadang mengatakan, pemeriksaan tambahan dilakukan untuk melengkapi berkas yang dikembalikan kejaksaan. “Berkas perkara W dan A tadinya disatukan, satu paket. Tapi kemudian dipisah,” kata Dadang.

Dijelaskan pula, dalam pemeriksaan tambahan itu sama sekali tidak ada pertanyaan substansial yang berbeda dari pemeriksaan sebelumnya. Namun yang membedakan, dalam pemeriksaan tambahan itu W menjadi saksi untuk A dan A menjadi saksi untuk W.

Ditambahkan Dadang, pemeriksaan tambahan sudah dilakukan dua kali. Yang pertama, pada 20 Agustus 2013. “Jadi sekarang ini tambahan kedua kali. Cuma aneh saja, seharusnya ada penambahan ketidakakuratan atau hal lainnya yang berbeda. Tapi ketika dibaca dan diteliti, ternyata pemeriksaannya sama, tidak jauh berbeda. Tidak ada yang sifatnya baru atau substansinya baru,” ungkapnya.

Ditanya soal kemungkinan akan kembali dilakukannya pemeriksaan tambahan, Dadang mengaku belum mengetahuinya. “Informasi soal itu belum ada,” imbuhnya. 

Membusuk

Dalam kesempatan itu, Dadang juga menginformasikan kondisi kesehatan kedua tersangka. A dalam kondisi sehat, namun W mengalami luka serius di bagian kakinya. Saat dalam pelarian, W sempat bertabrakan dan kecelakaan itu saat ini mengakibatkan kaki kanannya mengalami pembusukan.

“Waktu kabur, di daerah Cipatat sempat bertabrakan. Yang kena kakinya, luka. Nah, sekarang itu lukanya membesar bahkan membusuk,” tutur Dadang.

Luka itu, katanya, memiliki diameter sekitar 30 centimeter dengan kedalaman 5 centimeter. Kepada wartawan, Dadang pun sempat memperlihatkan foto kaki W yang terluka dan terlihat membusuk. “Lihat, bentuknya seperti sumur,” ujarnya sambil memperlihatkan foto yang tersimpan di ponselnya.

Dadang menyatakan, pihaknya mengajukan surat permohonan perawatan pada 3 September 2013. Itu dilakukan karena melihat luka yang makin parah dan kondisi tubuh W secara keseluruhan yang sering sakit demam.

“W demam tinggi sampai menggigil. Dia sendiri malah ngeri, enggak kuat lihat lukanya. Tapi sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih kemarin (Senin, 16/9). Cuma mendapat perawatan dari dokter saja, tidak sampai dirawat,” jelasnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/