Ekspor Kerajinan Jabar Lesu di 2016

by -38 views
Perkembangan perekonomian global serta ketatnya persaingan harga dengan produk Cina berdampak pada ekspor produk kerajinan Jawa Barat. Tahun ini ekpor produk kerajinan Jabar ke sejumlah negara di luar kawasan Eropa dan ASEAN diprediksi turun sekitar 10%.
Hal tersebut dijelaskan, Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesi (Asephi) Jabar, Hedy Yamasari. Khusus untuk pasar Eropa dan ASEAN saat inipermintaannya relatif stabil.
“Di tahun-tahun sebelum 2010 banyak anggota Asephi Jabar yang mendapatkan repeat order, tapi sekarang jarang. Persoalannya adalah membanjirnya produk Cina di pasar global,” kata dia di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (16/12/2016).
Dari sisi kualitas, menurut Hedy, produk Jabar jauh lebih unggul. Namun untuk harga masih kalah bersaing. Akibatnya, di tengah kelesuan perekonomian dunia, produk Jabar sulit untuk menaklukan dominansi Cina.
“Penurunan yang paling terasa adalah ekspor ke India dan Australia,” jelas dia.
Dirinya menjelaskan, khusus untuk pasar Eropa dan ASEAN, menurut dia, produk kerajinan Jabar, masih banyak diburu. Hal itu, menurut dia, tidak terlepas dari karakter pasar Eropa yang lebih mengutamakan kualitas produk. Umumnya produk kerajinan yang disukai Eropa adalah untuk dekorasi rumah.
“Strategi yang kami tempuh untuk mendongkrak pemasaran adalah dengan menggenjot pasar ASEAN dan memperkuat pasar lokal. Kami secara rutin membuat program pemasaran seperti pameran untuk mengenalkan produk unggulan kerajinan Jabar,” papar dia.
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sejumlah negara yang menjadi pasar utama produk kerajinan Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Jerman, dan Inggris. Hingga 2014, Indonesia menjadi penyuplai utama kerajinan dunia dari ASEAN dan menempati peringkat 12 dunia. Sementara Cina mendominasi dengan menguasai 50,77% suplai produk kerajinan dunia.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat Netty Heryawan, mengatakan, pasar ASEAN sangat potensial bagi produk kerajinan Indonesia, termasuk Jabar. Menurut dia, produk kerajinan Indonesia sangat diminati karena kualitas dan keunikannya.
“Untuk mematahkan dominansi Cina, kita bermain dari sisi kualitas. Benteng kita adalah high end quality,” papar dia.
Berdasarkan data Kementrian Perdagangan, tren ekspor produk kerajinan Indonesia ke negara-negara ASEAN dalam kurun waktu lima tahun terakhir terus meningkat sebesar 27,83%. Nilai ekspor kerajinan Indonesia pada 2015 mencapai 74,24 juta dolar Amerika Serikat. [jek]