Gandum Alternatif Untuk Program Diet Yang Dapat Memicu Diabetes

by -11 views

Jatinangorku.com – Trend diet dengan mengganti asupan karbohidrat yang sebelumnya nasi menjadi gandum telah menjalar di masyarakat Indonesia pada berbagai kalangan. Terdapat berbagai anggapan bahwa gandum memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan nasi dan memiliki serat yang dapat melancarkan pencernaan jika dikonsumsi.

Gandum bukan sekedar bahan baku untuk pembuatan berbagai macam makanan, tetapi bahan makanan ini mempunyai nilai yang amat baik untuk tubuh. Manfaat gandum dapat dikonsumsi dan bermanfaat  bagi mereka yang menderita penyakit jantung koroner, mengkonsumsi gandum secara teratur mampu mengurangi penyakit tersebut. Mengkonsumsi oatmeal dari gandum yang kaya serat alami dapat menyerap air sangat banyak.

Banyak penelitian yang dilakukan terhadap kandungan gandum, yang menyatakan bahwa gandum amat kaya vitamin, mineral, dan serat yang terkandung didalamnya. Selain manfaat gandum yang sangat banyak, gandum juga memiliki beragam senyawa fitokimia yakni senyawa kimia yang mempunyai dampak positif untuk kesehatan. Tak  hanya itu tanaman ini juga memiliki kandungan saponin, fitosterol, squalen, dan orisanol serta tokotrienol yang dapat turunkan kandungan kolestrol didalam darah karena memiliki kandungan kalsium, folic acid, vit. B6, vit. A serta E dan juga zat besi yang tinggi. Mengkonsumsi gandum bisa mengecilkan munculnya efek beragam penyakit dikarenakan kaya serat serta vitamin, yang  menyehatkan bagi anda. Hal ini yang menyebabkan gandum menjadi pilihan tepat untuk anda yang sedang melakukan program diet.

Disamping manfaatnya yang sangat banyak gandum memiliki kekurangan salah satunya yaitu penyebab diabetes tipe 1. Konsumsi gandum bukan oleh penderita diabetes dapat memicu diabetes tipe 1. Suatu penelitian menyatakan bahwa pengaruh gandum dapat menyebabkan leaky gut (usus bocor). Leaky gut menjadi penyebab berkembangnya autoimmune disease (penyakit autoimun). Di dalam percobaan pada tikus, leaky gut menyebabkan autoimmune disease seperti diabetes tipe 1 hanya dalam beberapa minggu.

Dalam studi yang melibatkan 42 orang diabetes tipe 1 ditemukan bahwa hampir sebagian memiliki sistem imun T-sel yang terdapat dalam tubuh responden menghasilkan reaksi berlebih setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gandum. Reaksi berlebih itu bisa gatal, mual-mual, pusing, dan gejala lainnya yang biasa terjadi pada orang-orang yang juga alergi terhadap gandum.

Seseorang yang tidak memiliki riwayat mengidap alergi tidak akan menghasilkan reaksi berlebih ketika mengonsumsi sesuatu. Hal itu dikarenakan sistem imun di dalam tubuhnya bekerja seimbang, namun yang terjadi pada orang alergi adalah sebaliknya.

“Sistem imun tubuh harus menemukan titik imbang untuk mempertahankan tubuh dari zat asing tanpa melukai dirinya sendiri atau menimbulkan reaksi berlebih, terutama yang berasal dari makanan yang mengandung bakteri,” ujar Dr Fraser Scott dari Ottawa Hospital Research Institute dan profesor dari the University of Ottawa. “Studi ini menunjukkan bahwa orang-orang dengan jenis gen tertentu akan memiliki reaksi tubuh berlebih terhadap gandum dan kemungkinan beberapa tipe makanan lainnya,” ujar Schott. “Dan hal itu bisa mengganggu keseimbangan sistem imun dalam tubuh dan memicu penyakit diabetes tipe 1,” tambahnya.

Dr Mikael Knip pun mengatakan bahwa adanya fakta tersebut bisa jadi bukti bahwa protein gluten yang terdapat dalam gandum memang menjadi agen aktif dalam proses seseorang menjadi diabetes dan sebaiknya dihindari