Gara-gara Banjir di Rancaekek, Bandung-Tasikmalaya Makan Waktu 10 Jam

by -53 views

Banjir kembali melanda jalur dari Bandung menuju Tasikmalaya dan Garut di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/3/2017).

Banjir menyebabkan macet parah, baik di jalur Bandung-Garut maupun arah sebaliknya, hingga berjam-jam.

Sebagian pengemudi kendaraan, terutama dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan Jawa Tengah, terpaksa menginap di jalan karena tidak bisa menerobos banjir yang tingginya mencapai 50 sentimeter. Memaksa menerobos hanya membuat kendaraan mogok.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, banjir terjadi di titik depan sebuah perusahaan konveksi PT Kahatex. Diduga, banjir terjadi akibat meluapnya sungai kecil di kawasan itu.

Hal itu diperparah dengan kontur tanah jalan yang berbentuk cekungan sehingga air dari berbagai arah berkumpul di satu titik dan debit air terus meningkat.

Ratusan kendaraan, terutama mobil, terjebak macet sepanjang sekitar 3 kilometer. Itu terjadi sejak pukul 16.00 WIB. Mobil hanya bisa bergerak 2-3 meter per 20 menit.

Sejumlah warga di sekitar lokasi banjir menyebutkan, banyak mobil mogok karena menembus banjir. Mobil tersebut kemudian didorong oleh warga dengan tarif Rp 100.000.

Sebagian kendaraan akhirnya berhenti dan diinapkan di pinggir jalan karena tidak bisa menembus banjir atau takut kendaraannya mogok.

Sebagian lagi menginap di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sekitar jalur Rancaekek.

Ada pula sebagian kendaraan memutar balik mencari jalur alternatif via Jatinangor-Parakan Muncang, Sumedang.

Anto, salah satu anggota rombongan keluarga yang melintasi jalur itu, mengatakan, mobil mereka terjebak macet selama sekitar 7 jam.

Dia dan keluarga yang hendak menuju Cilacap lalu memutuskan memutar balik dan mengambil jalur melalui Jatinangor, Sumedang. Mereka menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam hanya untuk kembali ke Rancaekek demi melewati titik banjir.

Mobil keluarga Anto terjebak macet sejak pukul 19.00 WIB. Mereka baru bisa berangkat menuju jalur alternatif sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (12/3/2017). Selama 8 jam itulah mereka terjebak macet di kawasan tersebut.

“Kami sekeluarga hendak pergi ke Cilacap. Kami sudah terjebak macet dari pukul 7 malam. Sungguh melelahkan, Kang,” kata Anto.

Menuju jalur alteratif via Jatinangor-Parakan Muncang pun tidak luput dari kemacetan akibat banyaknya kendaraan dari dua arah sementara jalan kecil dan curam sehingga diberlakukan buka tutup lalu lintas oleh warga sekitar.

Akhirnya, setelah melewati jalur banjir menuju Jatinangor, kendaraan bisa berjalan lancar. Rombongan keluarga Farid menghabiskan waktu sekitar 10 jam untuk menempuh jarak Bandung-Tasikmalaya. Padahal pada kondisi normal, waktu tempuh Bandung-Tasik hanya 3 jam.

Banjir serupa di jalur Rancaekek pernah terjadi pada November 2016. Akibatnya juga sama, antrean kendaraan mengular di sepanjang jalan Bandung-Garut dan arah sebaliknya.