Garis Desak Bupati Bongkar Bangunan Liar

by -9 views

Garis Desak Bupati Bongkar Bangunan Liar

Ratusan orang yang mengatasnamakan Gerakan Reformasi Islam (Garis) mendesak Bupati Sumedang segera membongkar bangunan liar (bangli) di RW 09, Dusun Munggang, Desa Mekargalih, Kec. Jatinangor. Bangunan yang digunakan tempat ibadat salah satu jemaat itu, menurut mereka, telah berdiri selama 27 tahun dan selama itu pula warga menunggu dan bersabar tidak membongkar secara sepihak.

“Ini bukti kearifan lokal kami. Kami menahan dengan tidak melakukan aksi anarkis,” kata salah seorang pengunjuk rasa kepada “GM”, Rabu (14/5).

Menurut mereka, putusan Pengadilan Negeri Sumedang tahun 2011 menegaskan bangunan liar tersebut dinyatakan ilegal. Bahkan secara hukum bangunan itu memang harus dibongkar. Namun putusan Bupati melalui SK mengingkari putusan Pengadilan Negeri.

“Kami menuntut dua hal. Pertama, bupati harus turun dari jabatannya karena telah mengingkari dan tidak mematuhi hukum. Kedua, kami meminta bangunan liar itu diratakan dengan tanah atau dibongkar oleh Satpol PP Kab. Sumedang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Ade Irawan yang turut datang ke lokasi mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada pimpinan jamaat Bernard Maukar untuk menghentikan aktivitas peribadatan. Jika tetap ada aktivitas maka pihaknya akan menindak tegas.

“Masyarakat Mekargalih bersabar atas keputusan ini. Kami meminta tetap kondusif. Kami pun mengimbau warga agar tak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, karena bisa memicu terjadinya hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Camat Jatinangor, Asep Aan Dahlan menambahkan, bangunan itu memang tidak memiliki izin. Namun pihaknya tetap menghargai kerukunan antarumat beragama. Sehingga solusinya, pemerintah kecamatan melarang aktivitas di bangunan tersebut.

“Bagi yang akan beribadat, bisa difasilitasi di gereja yang sudah ada. Seperti di IPDN, PT Kahatex atau di Cipacing. Sebab gereja di sana sudah memiliki izin,” terang Asep Aan

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/