Gaya hidup budaya jepang yang unik dan penuh mitos

by -192 views

Gaya hidup budaya jepang yang unik dan penuh mitos

Jatinangorku.com – Warga Jepang selalu terlihat tampil modis jika kita mempermasalahkan soal gaya hidup. Mereka biasanya jarang sekali  tersenyum, kaku dan terlihat sering saling tingkah jika berhadapan dengan orang lain,dan yang paling penting adalah wqarga jepang selalu tepat waktu ketika berkerja,tak ada kata terlambat dalam hidup nya,olehkarena itu tidak heran jika warga jepang menyukai kedisiplinan. 

Kebiasaan ini merupakan sebuah gaya hidup dari orang jepang sendiri.Kimono, sumo, sumpit merupakan contoh dari empat hal yang selalu berkaitan dengan Jepang dan gaya hidup mereka Kimono misalnya, baju tradisional jepang ini ternyata bukan sekedar hanya penutup tubuh. Banyak falsafah dan sejarah  yang
terkandung di dalamnya. Mengenakan kimono tidak boleh asal asalan dan sembarang.

Ada aturan baku yang harus diikuti. Tidak hanya itu, banyak hal unik yang
dilakukan masyarakat berkaitan dengan hal-hal tersebut.

Sumpit
Sumpit identik dengan tata cara makan. Sebagian besar orang Jepang akan mematahkan sumpitnya menjadi dua bagian selesai makan. Menurut adat budaya jepang, apabila sumpit tidak dipatahkan, mereka akan terserang suatu penyakit akibat makanan yang kita makan. Namun, saat ini tradisi tersebut hanya dilakukan saat kita berada di restoran. Untuk bersantap di rumah, setiap anggota keluarga menyimpan sendiri sumpit masing-masing dan sumpi itu hanya untuk pribadi dan tidak boleh menukar sumpit walaupoun sesama anggota keluarga,hal ini dilakukan karena dapat dianggap sebagai pembawa sial terhadap keluarga itu sendiri.

Sumo
Kita mungkin heran dan selalu berfikir, mengapa pemain Sumo selalu berbadan gendut dan besar. Syarat utama pemain Sumo adalah, lelaki dengan struktur tulang besar, dan mampu dan mau menambah berat badannya. tidak semua pemain sumo besar sejak kecil. Malah, banyak yang menjadi besar dan gendut setelah masuk pelatihan khusus. Ketika seseorang sudah diterima sebagai pemain sumo, ia harus mampu menjaga “kebesaran” badannnya.

Banyak anak muda duri jepang yang bercita-cita sebagai pemain sumo. Hal ini dapat dimengerti karena seorang juara sumo mendapat tempat istimewa dalam masyarakat. Setiap pemain dianggap dewa daerah asalnya. Dua orang petarung dianggap mewakili Dewa Gunung (Yamasachichiko) dan Dewa Lautan (Umisachichiko). Sebagai juara sumo,dia berhak memperoleh fasilitas mobil lengkap dengan bahan bakarnya selama setahun penuh karena bensin sangat mahal di Jepang. Ia juga berhak mendapatkan seribu jamur shiitake dan seekor sapi setiap kali makan. Selain itu, ia juga berhak mengkonsumsi minuman cola sesuka hatinya

Sumber : http://www.pjtv.co.id