Gempar di Jatinangor,Pria Depresi Disangka Teroris

by -54 views

Gempar di Jatinangor, Pria Depresi Disangka Teroris

Jatinangorku.com. – Warga Kp. Marga Mekar, Desa Heharmanah, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang gempar menyusul aksi mencurigakan seorang pria tak dikenal di rumah kosong. Mereka menduga pria tersebut seorang teroris.

Namun aksi pria yang kabarnya sampai pada aparat Polsek Jatinangor, Polres Sumedang, Polda Jabar hingga Densus 88 ini berakhir pada Minggu (8/9) malam. Ia diamankan aparat kepolisian.

Hasil pemeriksaan petugas Satreskrim Polres Sumedang, pria yang diketahui bernama Dwi Setiawan (39), warga Magelang, Jawa Tengah ini dinyatakan stres alias mengalami gangguan kejiwaan.

“Setelah diamankan dan menjalani pemeriksaan selama satu malam di Mapolres Sumedang, pria ini ternyata stres, diduga kuat mengalami gangguan jiwa. Pria bernama Dwi ini tidak terindikasi ke jaringan teroris. Saat diperiksa ternyata tidak nyambung,” kata Kasat Reskrim, AKP Salim Azis saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (9/9).

Dwi diamankan di sebuah rumah kosong di Kp. Marga Mekar. “Ya, masyarakat curiga karena ia mendiami rumah kosong. Ia menyendiri di rumah tersebut untuk mewujudkan obsesinya pada ilmu hitam,” katanya.

Pihaknya tidak menemukan barang-barang mencurigakan seperti komponen untuk merakit bom. “Kita berencana mengembalikan Dwi ke tempat asalnya, termasuk membuka garis polisi di rumah kosong tersebut,” terangnya.

Bukan teroris

Hal senada dikatakan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus. Ia memastikan penangkapan Dwi yang sempat menjalani pemeriksaan di Mapolres Sumedang, tidak ada kaitannya dengan kelompok teroris. “Bukan kelompok teroris. Sudah dicek ke Densus 88, ternyata tidak kaitannya sama sekali,” tegas Martinus di Mapolda Jabar, Jln. Soekarno-Hatta, Senin (9/9).

Penangkapan Dwi pada Minggu (8/9) pukul 19.30 WIB berawal dari laporan warga sekitar yang curiga dengan aktivitasnya di rumah kosong. Ia tinggal rumah tersebut selama 4 hari tanpa seizin pemilik dan tidak melapor pada siapa pun. “Sehingga warga resah dan selentingan pun menyebar, katanya Dwi ini seorang teroris,” tambahnya.

Saat penangkapan dilakukan, benar saja, Dwi ada di dalam rumah. Anggota Polsek Jatinangor juga mendapati sejumlah barang yaitu tas pinggang, ponsel, paspor, dan uang Rp 400 ribu. Selain itu, di TKP juga ditemukan barang lainnya seperti 1 kapak, 3 ponsel, kabel tembaga 4 gulung kecil, 3 obeng, 1 tang, 1 pisau besar, 4 baterai 4, stop kontak listrik, sekring, remote control, CD, charger, paku, dan baut.

“Dari hasil pemeriksaan, ia sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris. Barang-barangnya pun terindikasi tidak memiliki kaitan sama sekali dengan aksi pengemboman atau teror lainnya,” terang Martinus.

Sumber : http://klik-galamedia.com