Geo Theater Rancakalong Sumedang Rampung Tahun 2022, Terbuat dari Kayu Dipakai Buat Kegiatan Ini

by -25 views
Geo Theater Rancakalong Sumedang Rampung Tahun 2022, Terbuat dari Kayu Dipakai Buat Kegiatan Ini
Geo Theater Rancakalong Sumedang Rampung Tahun 2022, Terbuat dari Kayu Dipakai Buat Kegiatan Ini

Geo Theater Rancakalong Sumedang Rampung Tahun 2022, Terbuat dari Kayu Dipakai Buat Kegiatan Ini – Geo Theater Rancakalong yang dibangun di Jalan Lebak Tulang-Sabagi, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang ditargetkan bisa rampung pada tahun 2022.

Untuk saat ini Geo Theater yang fungsinya untuk melastarikan Kesenian Tradisional seperti Tarawangsa, Ngalaksa, Kuda Renggong dan kesenian lainnya itu baru selesai satu gedung yang semuanya berbahan kayu.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, mengatakan, pada tahun 2021 pihaknya akan merancang Detail Engineering Design (DED) keseluruhan, termasuk membangun fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).

“Sekarang satu gedung sudah selesai dan sudah dipakai, cuma keseluruhan beresnya mungkin pada tahun 2022,” ujarnya saat ditemui di Rancakalong, Jumat (6/11/2020).

Baca juga:  Terjadi Lagi! Pengeroyokan TNI di Sumedang oleh Tiga Orang Tak Dikenal

Pembangunan Geo Theater ini, lokasinya masuk di tiga desa, yakni Desa Nagarawangi, Sukamaju, dan Pamekaran. Namun, tempat ini nantinya bisa digunakan oleh semua seniman yang di Kabupaten Sumedang.

“Nanti, semua kesenian tradisional bisa tampil disini. Waktunya akan diatur. Misalnya, hari Senin Tarawangsa, Selasa Ngalaksa dan seterusnya,” kata Dony.

Menurutnya, dengan adanya Geo Theater ini para seniman tradisional bisa melestarikan kebudayaan Sumedang karena setiap harinya mereka akan tampil dan disaksikan langsung oleh masyarakat.

“Makanya disini juga akan dibangun fasilitas pendukungnya, supaya nanti masyarakat tak hanya menyaksikan kesenian tradisional saja,” ucapnya.

Pembangunan Geo Theater itu menggunakan bantuan dari APBD Pemprov Jabar sebesar Rp 25 miliar, sedangkan pembangunan untuk sebagian gedungnya kurang lebih baru menghabiskan Rp 1 miliar.

 

 

Sumber : https://jabar.tribunnews.com/