Golden Rice si Beras Bervitamin A

by -88 views

Jatinangorku.com – Oleh: Peby Cintya  (Mahasiswi Jurusan Teknologi Industri Pangan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang)

Tahukah anda bahwa beras yang dikonsumsi miliaran penduduk dunia ternyata tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup selain karbohidrat? Penelitian menunjukkan bahwa kandungan vitamin A maupun zat besi di dalam beras, jauh di bawah tingkat kebutuhan tubuh manusia atau malah hampir tidak ada sama sekali.

Beberapa tahun belakangan ini sedang dikembangkan varietas beras baru yang memiliki banyak kandungan beta karoten, yang bisa diolah tubuh menjadi vitamin A. Di International Rice Research Institute (IRRI), Filipina. Jenis yang pertama dari golden rice ini malah sudah dikembangkan dan ditanam, meskipun belum masuk tahap produksi massal, karena menunggu hasil uji konsumsi yang aman dan izin dari badan pangan maupun pertanian dunia (FAO) yang pasti memakan waktu yang cukup lama.

Tahukah anda apa itu golden rice?

Golden rice merupakan salah satu contoh produk rekayasa genetika dalam bidang pangan. Golden rice dikembangkan dengan teknik modifikasi genetika, dengan menggabungkan gen maize dengan mikroorganisme tanah yang bisa menghasilkan beta karoten pada biji beras. Varietas ini pertama kali ditemukan oleh Profesor Ingo Potrykus ketika masih menjabat di Federal Institute of Technology, Swiss, dan Profesor Peter Beyer dari Universitas Freiburg, Jerman.

Tekstur beras ini tidak ada bedanya dengan jenis yang lain, kecuali warnanya yang kuning tua menyolok, mirip beras yang diberi pewarna atau kunyit untuk acara adat perkawinan atau kelahiran. Bedanya, warna kuning tua itu datang dari alam, atau katakanlah dari hasil rekayasa genetik ilmuwan.

 Pemikiran dasar dari penelitian golden rice adalah  penyediaan vitamin A pada makanan pokok. Banyak penderita kekurangan vitamin A di negara berkembang  seperti Indonesia yang mayoritas merupakan konsumen  beras. Kekurangan vitamin A dapat berakibat fatal karena dapat menyebabkan penyakit-penyakit seperti penyakit gangguan pada mata bahkan sampai mengalami kebutaan. penyakit kulit seperti kanker kulit dan yang lainnya. Menurut hasil penelitian, mengonsumsi satu mangkok nasi dari golden rice bisa mencukupi setengah dari kebutuhan orang dewasa akan vitamin A.

Penelitian dan adaptasi golden rice di berbagai negara, terutama di Asia, masih terus dilakukan karena varietas yang dihasilkan belum tentu sesuai dengan kondisi di suatu negara. International Rice Research Institute (IRRI) berkolaborasi dengan beberapa negara terus melakukan berbagai pengujian yang memakan waktu bertahun-tahun. Setelah nantinya memenuhi persyaratan keamanan hayati, maka varietas yang cocok akan dilepas untuk ditanam secara luas.