Gubernur Jabar & 1.000 Pelajar Deklarasikan Pembentukan Front Antinarkoba Nasional

by -63 views

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI)  mendeklarasikan pembentukan Front Antinarkoba Nasional di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (18/2/2017). Seluruh peserta deklarasi menyerukan Jawa Barat bebas peredaran dan pemakaian narkotba.

Disaksikan lebih dari 1.000 pelajar tingkat SMA/SMK, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengakui jika saat ini sudah dalam status gawat narkoba. Untuk mencegahnya, keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat berpengaruh.

Karena itu, Aher mengajak aparatur pemerintah, organisasi dan tokoh masyarakat, turut menjaga dan mengawasi.  “Penyalahgunaan narkoba berawal dari kerawanan keluarga. Keluarga taat menjadi tameng narkoba. Kami mengajak seluruh masyarkata Jabar, pimpinan ormas Islam dan perangkat pemerintahan sampai ke desa untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Dikatakannya, faktor lain yang mempengaruhi meningkatnya peredaran narkoba adalah tingkat pendidikan yang rendah, pernikahan tanpa visi yang jelas, pemahaman agama yang rendah, pergeseran nilai, dan pengasuhan.

“Seharusnya teman dekat yang paling nyaman untuk diajak berbicara  adalah bapak dan ibunya. Karena kebanyakan anak malu menceritakan kepada orangtua, hadirkan keakraban, bercengkrama, agar merasa paling deekat. Ini merupakan ketahanan keluarga,” jelasnuya