Gubernur Perintahkan Bina Marga untuk Bantu PU Tangani Jalan Tomo yang Ambles

by -84 views

Saluran air sekitar jalan atau drainase yang kurang berfungsi maksimal diduga menjadi penyebab amblesnya sejumlah jalan di Jawa Barat. Hal tersebut diduga juga yang menjadi penyebab amblesnya Jalan Bandung-Sumedang-Cirebon, di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan sejak akhir 2016, hujan deras sering mengguyur Jawa Barat dan akhirnya air tidak tertampung seluruhnya di drainase jalan. Air meluap dan merembes ke bawah tanah jalan yang labil, sehingga terjadilah ambles.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah jalan raya di Jawa Barat mengalami ambles, contohnya Jalan Raya Pangandaran, Jalan Raya Maja, Jalan Raya Cikijing, dan terakhir Jalan Raya Bandung-Sumedang-Cirebon. Longsor pun kerap terjadi di kawasan selatan Kabupaten Bandung.

“Berdasarkan pengamatan di lapangan, jalan-jalan yang ambles ini disebabkan oleh gerusan air di bawah tanah,” kata Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Selasa (7/3/2017).

Heryawan mengatakan selanjutnya akan lebih mengantisipasi aliran air bawah tanah dan saluran drainase supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Salah satu upaya yang dilakukan, katanya, dengan membuat saluran-saluran air di bawah jalan dan sekitarnya yang memiliki resapan air bawah tanah.

Jalan Raya Bandung-Sumedang-Cirebon, termasuk yang ambles di Kecamatan Tomo, katanya, berstatus jalan nasional. Pihaknya telah memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk membantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memperbaiki jalan tersebut.

Selama ambles dan masa perbaikan, arus lalu lintas dari Bandung menuju Cirebon atau sebaliknya yang melalui Jalan Bandung-Sumedang-Cirebon, dialihkan. Bus besar dari Bandung menuju Cirebon dan sebaliknya sementara masih bisa dialihkan ke rute Bandung-Subang-Cijelag- Kadipaten-Cirebon atau melalui Tol Cipali. Sedangkan, bus atau kendaraan lebih kecil dapat melalui jalur Wado.

Bagian jalan di Kecamatan Tomo tersebut ambles sampai kedalaman 40 sentimeter, Senin (6/3/2017) malam. Jalan tersebut akhirnya tidak dapat digunakan untuk kendaraan roda empat dan lebih, dan arus lalu lintas pun dialihkan ke jalur alternatif atau jalan tol