Gubernur Raih Penghargaan Ke-192

by -11 views
Jatinangorku.com – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan kembali menerima penghargaan regional marketing award 2015 dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Firma Pemasanan Markplus. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan ke-192 selama kepemimpinan Heryawan.
Pria yang akrab disapa Aher ini mendapatkan penghargaan kategori Gold Champion yang diberikan  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kamis (10/12/2015) malam. 
Aher mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Hal itu menunjukkan  potensi Jawa Barat terus dilirik oleh para investor. 
“Kami berterima kasih atas penghargaan ini, yakni sebuah penelaahan bahwa Jawa Barat mampu dan bagus dalam memasarkan potensinya. Jabar bisa memasarkan potensinya kepada investor, kami juga mampu menjaga kondusivitas bidang ekonomi bisnis sehingga menarik bagi investasi,” ucapnya.
Hingga saat ini, Jabar tercatat sebagai sentra manufaktur nasional dengan kontribusi hampir 60% dari kinerja industri manufaktur tanah air. Sebagian investor di bidang tersebut berasal dari investasi penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). 
Dari sisi kinerja ekonomi bisnis, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat hingga triwulan III 2015 mencapai 5,1% atau lebih baik dari LPE nasional 4,73% dengan produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp392,21 triliun dan produk domestik regional bruto atas dasar harga konstan Rp307,37 triliun.        
“Kita akan terus menggenjot kinerja, terutama di bidang pariwisata sehingga tahun-tahun ke depan bisa memperoleh kategori pemasaran terbaik bidang pariwisata yang semalam diperoleh Bali dan Nusa Tenggara Barat,” ucapnya.
Orang nomor satu di Jabar ini menyatakan potensi wisata di Jabar tidak kalah menariknya. Sebagai contoh, Pangandaran, Pelabuhan Ratu dengan Cimaja-nya, juga Pamengpeuk dengan pasir putih terpanjangnya di Indonesia. Kemudian masih ada Green Canyon, Geopark Ciletuh yang sedang dikembangkan, dan ratusan destinasi wisata lainnya.
“Kita berencana memasarkan potensi pariwisata berbasis komunitas seperti bagi penggemar wisata pelancong (travelling), wisata offroad, wisata adventure, dan banyak lagi,” kata dia.
DPD RI dan Markplus sendiri sebelumnya menentukan tujuh provinsi sebagai nominator yakni Sumatera Selatan, Jawa Barat, Riau, NTB, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. 
Selain itu, juga 15 kabupaten dan 10 kota masuk sebagai nominator antara lain Kota Bandung, Kabupaten Pasuruan, Banyuwangi, Kota Semarang, dan Kota Tangerang.
Selain dua institusi tadi, penghargaan ini disokong Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Badan Pusat Statistik, dan Indonesia Marketing Association.
Ketua DPD  RI Irman Gusman mengatakan proses seleksi penghargaan dilakukan sejak November lalu. Pihaknya memberikan penghargaan yang ditujukan sebagai bentuk apresiasi terhadap daerah yang mencatat kinerja dan pemasaran ekonomi yang baik. 
Menurut Irman, penghargaan diberikan bagi daerah yang memiliki setidaknya tiga kategori. Pertama, daerah tersebut mencatat kinerja ekonomi yang baik di tahun 2015. Kedua, memiliki inisitiaf bagus di bidang pariwisata, perdagangan, dan investasi yang berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi. 
Ketiga, memiliki inisiatif lain, seperti melakukan kesepakatan dengan kalangan pekerja, yang membuat daerah itu menarik sebagai tujuan investasi.
Dudi Sudradjat Abdurachim, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Provinsi Jawa Barat, yang menjadi koordinator penilaian dan presentasi Pemprov Jawa Barat kepada DPD RI mengungkapkan penilaian bermula dari pengisian kuisioner. 
Kuisioner berisikan antara lain data umum Jabar dari sisi ekonomi, kependudukan, sosial, hingga inisiatif Pemprov Jabar dalam meningkatkan investasi dan pariwisata. 
“Termasuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur, seperti tol, bandara, dan ruas jalan provinsi yang memudahkan mobilitas terutama bagi investor maupun wisatawan,” katanya, seraya mengatakan seluruh data dari berbagai OPD direkap pihaknya untuk diteruskan ke DPR RI dan Markplus.