Gubernur Tegaskan, PLN Harus Bayar Ganti Rugi Tanah Rakyat Pembebasan PLTA Jatigede

by -25 views

Jatinangorku.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, menghadiri acara ground breaking PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Jatigede di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Senin (4/5/2015).

Hadir dalam acara tersebut, General Manajer PLN Unit Induk Pembangkit VI, Anang Yahmadi, Unsur Muspida Kab.Sumedang, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, menyambut baik dan siap menyukseskan program pembangunan pembangkit 35.000 MW, guna mendukung kebijakan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional.

“Progam pembangunan pembangkit 35.000 MW, yang memanfaatkan sumber energy terbarukan, dipandang sangat tepat, untuk mengatasi krisis listrik nasional. Untuk itu, semua pihak harus ikut menyukseskan program ini,” katanya dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyinggung soal masalah yang terjadi pada pembebasan lahan untuk pembangunan PLTA Jatigede, yang kini tengah diproses di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang. Permasalahan tersebut, muncul akibat adanya klaim dari masyarakat atas tanah yang telah berubah menjadi sungai.

Atas kondisi itu, Gubernur meminta kepada pihak PLN untuk segera membayarkan ganti rugi tanah yang diklaim oleh masyarakat tersebut. Karena menurutnya, jika didasarkan atas bukti kepemilikan telah terjadi perubuhan tanah darat menjadi sungai, itu hanya zatnya saja yang berubah.

“Karena itu, sebaiknya tanah yang diklaim oleh masyarakat itu, untuk dibayar saja. Dan jangan malah, hasil keputusan sidang di pengadilan nanti, malah justru tidak untuk dibayar,” ujarnya.

Menurut Gubernur, nilai pembayaran atas tanah yang kini tengah diproses di persidangan itu, relative kecil dibandingkan dengan pengorbanan masyarakat. “Bukan apa-apa, jika tidak sampai dibayar, ini malah akan menimbulkan masalah lagi. Dan tentunya, hal itu yang harus dihindari, agar pembangunan PLTA Jatigede, bisa berjalan lancar, tanpa ada kendala di lapangan,” imbuhnya.
Peluncuran
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun galamedianews.com, kegiatan groud breaking PLTA Jatigede itu, merupakan bagian dari rangkaian peluncuran program pembangunan pembangkit 35.000 MW (mega watt).

Meliputi pembangunan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin) Samas (Yogyakarta), dengan kapasitas 50 MW, PLTU Jeneponto Ekspansi (Sulawesi Selatan), dengan kapasitas 2×125 MW dan PLTU Pangkalan Susu unit 3 dan 4 (Sumatera Utara), dengan kapasitas 2 x 220 MW.

Secara resmi launching program pembangunan pembangkit 35.000 MW itu di empat wilayah tersebut, dilakukan oleh Prsiden Joko Widodo, berlokasi di PLTB Samas, Yogyakarta, melalui video conference live.
Komitmen
General Manager PLN Unit Induk Pembangkit VI, Anang Mahdi, mengatakan, peluncuran program pembangunan pembangkit 35.000 MW, merupakan komitmen pemerintah dalam menjawab permasalahan bangsa dan negara untuk menciptakan kedaulatan energi.

Peluncuran program ini, ditandai dengan penandatanganan Power Purchased Agreement (PPA) dan Letter of Intent (LoI) untuk EPC (engineering, procurement, construction) serta Groundbreaking beberapa pembangkit.

“Program pembangunann pembangkit 35.000 MW tersebut, juga merupakan salah satu program unggulan dalam rangka mencapai salah satu sasaran nawacita yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis khususnya kedaulatan energi,” tandasnya.

Sumber : http://www.galamedianews.com/