H-7 Kendaraan Berat Dilarang Melintas Jalur Utara

by -17 views

H-7 Kendaraan Berat Dilarang Melintas Jalur Utara

Jatinangorku.com – Kapolda Jabar Irjen Pol M. Iriawan, berharap instansi terkait agar segera memperbaiki jalan yang masih rusak cukup parah di wilayah Kab. Sumedang. Hal tersebut untuk kelancaran arus mudik 2014, pasalnya jalur itu kerap digunakan sebagai jalur artenatif bagi para pemudik.

“Setelah kami melakukan pemantauan langsung jalur utara, masih terdapat jalan yang rusak khususnya di Wilayah Tomo hingga Tanjungsari, dengan begitu dikhawatirkan dapat menghambat arus mudik ataupun arus balik, karena jalur Sumedang merupakan salah satu jalur favorit untuk mudik,” kata Iriawan saat diwawancarai di Mapolsek Tomo Kabupaten Sumedang,Kamis (3/7/14).

Dengan begitu, lanjutnya, pihaknya berharap agar instansi terkait agar segera memperbaiki ruas jalan tersebut. Dan pada H-10 kondisi jalan tersebut sudah baik serta layak digunakan. Jikalau sudah selesai di perbaiki, Kapolda pun melarang kendaraan berat untuk melintas ke jalan tersebut pada H-7, pasalnya untuk menghindari terjadinya kerusakan kembali jalan tersebut.

“Jangan sampai sudah susah-susah diperbaiki, lalu nanti jalannya rusak lagi, tentu akan merugikan sekali bagi para pengguna jalan. dengan begitu saya intruksikan untuk H-7 kendaraan bertonase berat dilarang melintas jalur tersebut. terkecuali membawa sembako dan bahan bakar,” terang Iwan Bule.

Dari kunjungannya ke sejumlah daerah yaitu, Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Sumedang, menurutnya, jalan yang parah ini memang hanya di wilayah Sumedang. “Kalau Pantura sudah hampir clear tak ada hambatan yang berarti, mungkin hanya ada pergeseran tanah di sekitaran perbatasan Kabupaten Cirebon dan Jawa Tengah, namun sisanya lancar, yang masalah hanya di Sumedang,” terangnya, seraya berjanji, akan menjadikan palang-pintu kereta api di wilayah hukum Polda Jabar juga sebagai perhatian ekstra.

“Kami akan bekerjasama dengan PJKA untuk pengamanan lintasan-lintasan kereta api khususnya yang tidak berpalang pintu,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga berjanji akan memantau jalur-jalur kereta api yang rawan anjlok, khususnya di wilayah Selatan, seperti Tasikmalaya dan Ciamis. Oleh karenanya kata dia dengan pemantauan jalur dan koordinasi dengan pihak terkait lainnya, arus mudik dan arus balik 2014, bisa lancar terkendali tanpa hambatan berarti.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/