H-9 Lebaran, PKL Rampok Badan Jalan

by -262 views

kahatex-macet-kakilimaJatinangorku.com – Memasuki arus mudik dan arus balik atau H-8, Rabu (31/7), pasar tumpah dan PKL masih menghiasi sejumlah titik Jalan Raya Bandung-Garut, Kec. Jatinangor, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang dan Kec. Rancaekek, Kab. Bandung.

Di antaranya pedagang pakaian dan makanan. Keberadaan mereka “merampok” trotoar dan badan jalan di depan kawasan PT Kahatex lama. Bahkan ada sejumlah PKL yang nekat memasang memasang tenda di badan jalan depan PT Kwaram dan dekat pom bensin.

Para PKL tersebut tidak mengindahkan ketertiban lingkungan. Badan jalan yang dikuasai para pedagang nyaris satu lajur. Sementara Jalan Raya Bandung-Garut sebenarnya untuk tiga lajur kendaraan. 

Aparat kecamatan, kabupaten hingga provinsi sudah mengimbau para pedagang untuk tidak berjualan di badan jalan karena menimbulkan kemacetan, apalagi jelang arus mudik dan arus balik. 

H-7 steril

Pemerintah juga mengimbau agar mulai H-7 atau Kamis (1/8), jalur mudik steril dari aktivitas PKL. 

Aep (36), warga Desa Mangunarga, Kec. Cimanggung mengatakan, keberadaan PKL berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas. Apalagi volume kendaraan memasuki H-7 hingga H-1 Lebaran dipastikan mengalami lonjakan.

“Jalur Jalan Raya Bandung-Garut juga merupakan lintasan antarprovinsi,” katanya.

Sementara jalur alternatif Parakanmuncang-Simpang-Pamulihan, Kab. Sumedang kondisinya belum maksimal. Jalan baru diuruk dan PJU pun masih minim.

“Jalan alternatif Parakanmuncang baru diuruk di sebagian titik seperti yang berlubang dan rusak berat. Jadi belum ada pengaspalan. Katanya masih ada keterbatasan anggaran,” kata Deni, (50) seorang warga yang ditemui di halaman kantor Camat Cimanggung, kemarin. 

Menurutnya, dengan pengurukan jalur jalan terlihat rata, meski terlihat berdebu karena belum diaspal. “Warga berharap, jalur ini segera diaspal karena banyak dilintasi kendaraan,” katanya.

sumber: klik-galamedia