Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli PC atau Notebook

by -25 views

jatinangorku.com – Berdasarkan Computer Security Study Microsoft 2013, 2 dari 3 komputer yang menggunakan software bajakan terinfeksi malware. Akibatnya sungguh berbahaya bagi pengguna komputer dengan software bajakan tersebut.

Menurut Norton Cybercrime Report 2012, biaya yangdihadapi konsumen global karena cybercrimeadalah US$100 miliar/tahun, dengan dampak per-korban rata-rata US$197. Berdasarkan studi Business Software Alliance dan International Data Corporation mengungkapkan, tingkat pembajakan software di Indonesia pada 2011 mencapai 86% dengan nilai US$1.47 Miliar setara Rp12 Triliun.

“Microsoft mengambil langkah serius dalam upaya untuk memastikan keamanan komunitas digital untuk semua. Sejak tahun 2007, perusahaan telah menerima lebih dari 10.000 laporan pembajakan dari Asia tenggara – banyak orang yang membeli PC dari merek ternama, membayar lebih untuk mendapatkan “the real thing” tetapi berakhir dengan resiko buruk dan pertanggung jawaban atas pemalsuan,” kata Willy Hendrajudo, Central Marketing Organization Lead Microsoft Indonesia. Enam ancaman dari malware yang terkandung pada software bajakan, adalah:

  1.  Beberapa jenis malware memudahkan hacker mengambil alih webcam konsumen tanpa diketahui oleh konsumen.
  2. Virus dari software bajakan bisa merusak, membekukan dan bahkan menghilangkan semua data.
  3. Software bajakan memudahkan hacker mencuri password konsumen dan mengambil alih rekening bank konsumen.
  4. Kebanyakan dari software Windows bajakan tidak memiliki fitur keamanan, jadi konsumen tidak terlindungi dari malware yang berbahaya.
  5. Beberapa software bajakan dapat mengganti hard disk asli konsumen dengan salinan yang tidak resmi, yangberarti garansi pabrikan komputer konsumen menjadi tidak valid.
  6. Software bajakan dapat digunakan untuk menyebarkan virus dari komputer konsumen tanpa sepengetahuan konsumen.

Keep It Real penting untuk keamanan konsumen dan komputer konsumen. Jika akan membeli komputer baru atau bekas, bisa mempelajari beberap hal yang harus diperiksa sebelum melakukan pembelian. Mempelajari bagaimana memeriksa keaslian software, atau dengan mengunjungi www.howtotell.com untuk info yanglengkap.Enam hal yang harus diperhatikan ketika akan membeli komputer baru atau bekas adalah:

  1. Certificate of Authenticity (CoA). COA adalah stiker atau label yang sering ditempel di body komputer untuk produk seperti Windows atau Windows Server. Biasanya konsumen bisa menemukan stiker COA di body komputer atau untuk beberapa laptop terbaru, berada di dalam kompartemen baterai.
  2. Label Kunci Produk. Memeriksa label putih atau orange berisi 25 karakter kunci produk yang disertai instalasi CD/DVD.
  3. Fitur Hologram Pengaman. Semua produk Microsoft yang asli memiliki fitur hologram pengaman yang terpasang di dalam disk – jika berupa stiker, maka bukanlah produk asli.
  4. Detail Kemasan. Kesalahan pengejaan, teks blur, kualitas cetak yang buruk atau foto/logo yang salah merupakan tanda jika ada sesuatu yang salah.
  5. Label Keaslian Microsoft. Komputer yang memiliki lisensi yang benar seharusnya memiliki Label Keaslian Microsoft atau Label Certificate of Authenticity (COA). Label Microsoft juga meliputi segel yang terlihat setelah label dilepas.
  6. Tinta Gradasi Warna. Gradasi warna pada label didesain untuk merubah satu warna menjadi warna lain ketika dilihat dari berbagai sudut, agar lebih mudah dideteksi keasliannya.