Harga Aneka Cabai di Sumedang Makin Pedas

by -199 views

Harga aneka cabai yang dijual disejumlah pasar tradisional di Kab. Sumedang, makin pedas. Berdasarkan pantauan harga di Pasar Inpres, Kamis (26/7/2018), untuk cabai rawit merah yang semula dijual dikisaran Rp.30.000 -Rp.36.000/kg, kini harganya dipatok hingga Rp.70.000/kg. 

Lonjakan cukup tinggi juga terjadi pada harga cabai biasa, yakni dijual Rp.50.000/kg dari sebelumnya Rp.35.000/kg.
Meski tidak seginifikan, kenaikan harga juga terjadi pada cabai hijau dan cabai keriting.

“Untuk cabai keriting sekarang harganya Rp.40.000/kg atau naik Rp.10.000/kg. Sedangkan untuk cabai hijau harga sekarang Rp.25.000/kg dari sebelumnya Rp.22.000/kg,” kata Aceng pedagang di Pasar Inpres Sumedang.

Terjadinya lonjakan harga aneka cabai diduga akibat adanya penurunan pasokan dari petani (bandar).

Sementara permintaan dari konsomen tetap stabil. “Masalahnya itu saja. Pasokanya terus berkurang. Karena itu, jika situasinya bertahan seperti ini, kemungkinan harga cabai akan naik,” ujarnya.

Kondisi terbalik terjadi telur ayam broiler. Pada pekan kemarin harga ayam broiler sempat tembus hingga Rp.30.000/kg, dan sekarang turun jadi Rp.27.000/kg.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab.Sumedang, Ir.Yosep Suhayat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, berkurangnya pasokan cabai kesejumlah pasar saat ini, akibat terjadinya penurunan produksi di tingkat petani. 
“Kemarau dan fenomena alan yang terjadi saat ini, telah berdampak langsung terhadap penurunan produksi cabai disejumlah lokasi budidaya cabai di wilayah Sumedang. Dengan situasi itu, maka aka berlaku hukum pasar. Meski tidak ada peningkatan atau permintaannya stabil, tapi mengingat pasokannya berkurang, itu sudah pasti bakal terjadi kenaikan harga pada komoditas apapun yang dijual di pasar,” katanya.

Disatu sisi dia berharap kenaikan harga tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya petani cabai. Sehingga situasi itu selain dapat meningkatkan kesejahteraannya juga bisa menjadi motivasi bagi mereka agar lebih bergairah lagi untuk menanam cabai.

“Mudah-mudahan saja, kenaikan harga itu bisa mereka rasakan, sehingga situasi ini tidak hanya menguntungkan bandar atau pedagang saja,” ucapnya. 

 

 

 

Sumber : http://www.galamedianews.com