Harga Bawang di Jatinangor Ikut Melambung

by

Kebun Emas 486 x 60

JATINANGOR (15/3)

Seperti dilansir dari Galamedia, pedagang di beberapa pasar di wilayah timur Kab. Bandung dan sekitarnya mengeluhkan naiknya harga bawang merah dan bawang putih. Harga bawang putih yang sebelumnya Rp 20.000 – Rp 25.000/kg, kini melambung menjadi Rp 55.000/kg.

Hal ini terjadi di Pasar Sehat Cileunyi (PSC) Rancaekek Trade Center (RTC), Pasar Cicalengka, dan Psara Resik Jatinanngor. 

Nana (40), pengurus Pasar Resik Jatinangor kepada “GM”, Kamis (14/3) mengatakan, pedagang bawang di Pasar Resik Jatinangor, terpaksa menaikkan harga jual.

Salah seorang pedagang di Pasar Resik, Herman (42), warga Desa Cibeusi, Kec Jatinangor, mengaku bingung. Jika harga beli bawang dari petani mahal, dipastikan dirinya akan menaikkan harga jual. “Iraha atuh pangaos bawang bodas sareng bawang beureum lungsurnya,” ujarnya. 

Kenaikan harga bawang sendiri diakibatkan pengaruh musim. Sehingga beberapa daerah penghasil bawang merah mengalami gagal panen.

Menurut Herman, pasokan bawang dari Brebes dan Nganjuk tersendat akibat belum memasuki masa panen. Bahkan mahalnya harga bawang putih ikut diakibatkan kebijakan pemerintah dalam pembatasan impor bawang putih.

Sementara itu, Idah (37), salah seorang pengunjung Pasar Resik Jatinangor, warga Desa Hegarmanah, mengaku kerepotan pascanaiknya harga bawang.

“Jika harga bawang mahal, dipastikan para ibu rumah tangga dan pemilik usaha pengolah makanan akan kerepotan. Imbas dari kenaikan harga bawang ini adalah membengkaknya biaya untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” katanya.

(B.115)**

Kebun Emas 486 x 60