Harga Elpiji Lompat-lompat

by -16 views

Harga Elpiji Lompat-lompat

Jatinangorku.com – Harga elpiji 3 kg di tingkat pangkalan dan pengecer di wilayah Kab. Sumedang, sulit dikendalikan. Hal ini dinilai sebagai akibat dari tidak adanya niat baik dari pemerintah untuk membuat kebijakan tentang penetapan harga eceran tertinggi (HET). Hasilnya harga gas bersubsidi itu fluktuatif.

“Meski di tingkat pangkalan dan pengecer dinilai tidak wajar, namun pelaku tidak dapat ditindak. Ini karena belum ada payung hukum yang mengatur tentang HET barang bersubsidi tersebut,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Sumedang, Ate Sumarna, S.Sos., M.Si. kepada “GM”, Rabu (4/9) di ruang kerjanya.

Dengan belum adanya penetapan HET, sejumlah pangkalan dan pengecer bisa dengan leluasa mempermainkan harga. Untuk saat ini, harga elpiji 3k g ditingkat pengecer bertahan di kisaran Rp 17.000-Rp 18.000/tabung.

Alasan pengecer mematok harga sebesar itu, karena harga pembelian dari pangkalan atau distributor juga naik. Belum lagi jika pasokannya terlambat atau berkurang.

Sementara berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, harga jual elpiji di tingkat agen Rp 12.750./tabung. Idealnya pangkalan mengambil keuntungan Rp 250/tabung atau menjualnya lagi pada pengecer Rp 13.000/tabung. 

Namun nyatanya, sejumlah pengecer membeli dari pangkalan paling murah Rp 14.000/tabung. “Saya sendiri beberapa waktu lalu mengalaminya, saya beli elpiji 3 kg seharga Rp 22.000/tabung. Waktu saya tanya pemilik warungnya, dia terpaksa menjual harga setinggi itu, karena pembelian dari pangkalannya juga mahal,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya mendorong kepada sejumlah institusi terkait, termasuk dari DPRD, untuk secepatnya membuat kebijakan tentang penetapan HET elpiji 3 kg. Dengan kebijakan itu, maka nantinya akan ada kepastian harga. Sehingga masyarakat tidak dirugikan. Pihaknya akan terus melakukan upaya

Sumber : http://klik-galamedia.com