Harga Kedelai Terus Melambung, Tahu Sumedang Tak Lagi Gurih

by -74 views

Harga Kedelai Terus Melambung, Tahu Sumedang Tak Lagi Gurih

Jatinangorku.com – harga kadelai, selain membuat ukuran tahu diperkecil, juga membuat kualitasnya banyak dipertanyakan. Termasuk untuk tahu Sumedang yang dipasarkan di pinggir Jalan Raya Bandung-Garut antara Cileunyi-Capacing.

Mereka yang mengeluhkannya tidak hanya penikmat tahu, tetapi juga sejumlah penjual tahu di pinggir nasional tersebut. Akibat melambungnya harga kadelai, rasa tahu Sumedang pun kini cawerang, kesat, dan tidak gurih lagi.

Atep Somantri (50), warga Desa Linggar, Kec. Rancaekek, saat ditemui “GM” di kios tahu di Cipacing membenarkan, rasa tahu Sumedang saat ini cawerang. “Dulu mah dengan harga Rp 500 rasanya gurih. Kini selain harganya naik jadi Rp 1.000/biji dan ukurannya kecil, rasanya kesat,” katanya.

Ditemui di kios tahu milik Dewi (50), Atep yang juga aktivis pembentukan Kab. Bandung Timur ini mengatakan, kualitas tahu Sumedang saat ini memang berbeda. “Belum tahu apa penyebabnya, apakah bahan bakunya jelek atau dicampur bahan lain. Yang pasti, rasa tahu di kawasan Cipacing kini cawerang,” katanya.

Hal senada dilontarkan Dewi. “Leres Pa, pangaos kadele terus naek, nu daragang tahu di Cipacing rugi. Margi tahuna teu pajeng sareng rasana cawerang, teu gurih sareng hapeuk deui. Tahu ayeuna mah teu pepel, digoreng teh bareulah,” katanya didampingi dua adiknya, Lilis (45) dan Ani (39).Mereka sama-sama berjualan tahu dan oleh-oleh lainnya, 

Menurut warga Kiaracondong, Kota Bandung tersebut, saat harga kedelai murah dan mudah didapat, dalam satu hari ia bisa menjual 2 – 3 ancak. “Sekarang mah boro-boro, 1 ancak saja sulit. Tanyakan saja pada penjual tahu lainnya,” katanya.

Sebelum harga kedelai naik, harga 1 ancak antara Rp 15 ribu – Rp 20 dan bisa dipotong menjadi 100 lebih tahu siap goreng. Harga tahu setelah digoreng Rp 500 tergolong murah sehingga laku dijual.

“Sekarang mah dengan harga 1 ancak Rp 45 ribu dan saya menjualnya Rp 1.000, jelas repot. Selain ukuran tahunya menipis, kualitasnya juga jelek,” katanya. Adiknya Ani mengaku tahunya dikirim dari perajin di Tanjungsari.

Sumber : http://klik-galamedia.com