Hati-hati Ada Petugas Fogging Gadungan Minta Rp 600 Ribu

by -62 views

 

 

JatTinanorku.com Kesehatan Lingkungan (Kesling) gadungan tertangkap basah ketika sedang melakukan penyemprotan sarang nyamuk di Kantor BPJS Sumedang, Senin (7/3). Gerak-gerik empat orang berbaju abu-abu dan sedang menyemprot itu dicurigai, Kasi Kesling Dinas Kesehatan Sumedang, Eki (34) yang sedang ada di BPJS Jalan Kartini, Sumedang Selatan.
“Saya curiga melihat gerak gerik empat orang berbaju abu-abu yang sedang melakukan penyemprotan,” kata Eki.

Menurutnya, saat ditanya dan ditelisik keempat orang itu mengaku dari Kesling Dinkes sedang melakukan fooging. “Saya kaget dan menyebutkan kalau dirinya dari Kesling Dinkes Sumedang dan tak ada kegiatan fogging,” katanya.

Eki meminta bantuan petugas keamanan setempat untuk mengamankan petugas Kesling gadungan dan dibawa ke kantor Dinkes Sumedang di Jalan Kutamaya.
Pelaku bernama Irwan (46), Hendra Irawan (38), Oman Hardiansyah (35) dan Nani (30) asal Kajar, Haurwangi, Cianjur digelandang ke kantor Dinkes. Mereka juga membawa surat tugas palsu dari tim kesehatan lingkungan unit penanggulangan wabah penyakit menular demam berdarah (DBD) wilayah Sumedang. Dalam surat tugas itu dicantumkan nomor ponsel ditandatangani pimpinan, Acep Rahmat SH MH.

Saya baru sekali ini saja ke Sumedang. Jangan dilaporkan ke polisi dan uang untuk penyemprotan akan dikembalikan,” kata Irwan yang menjadi koordinator.
Dalam melancarkan aksi fogging, mereka meminta bayaran antara Rp 300-600 ribu.

Dalam melakukan penyemprotan mereka mencampurkan air dan obat anti hama serangga. “Kami tidak melakukan fogging atau pengasapan tapi menyemprot kan saja dengan penyemprot manual yang dipompa. Obat serangga dicampur air dan kadang dicampur solar supaya ada baunya,” kata Irwan.

Kapolsek Sumedang Selatan, Kompol Dilam yang datang ke Dinkes mengamankan satu mobil minibus, alat penyemprot manual, tiga jerigan cairan pestisida, surat tugas palsu, kuitansi pembayaran sampai baju seragam abu-abu. “Mereka diperiksa dan tak menutup kemungkinan aksi penipuan ini sudah dilakukan di tempat lain,” kata Dilam.

Dalam menjalankan aksinya, sasaran penyemprotan adalah kantor, instansi pemerintah, perusahaan, pabrik, kampus sekolah, hotel, restoran sampai perbankan.

Kepala Dinkes Sumedang, Agus Seksarsyah Rasjidi menminta masyarakat jangan mudah tertipu dengan aksi penipuan yang pura-pura melakukan fooging dengan mengatasnamakan Dinkes, apalagi sampai harus membayar. “Masyarakat lebih berhati-hati jika ada yang menawarkan fooging dan mengaku dari Dinkes serta memungut biaya. Dinkes tak pernah memungut biaya setiap melakukan upaya kesehatan lingkungan,” kata Agus.

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/