Hati-hati, Jangan Tertarik Investasi Berbunga Tinggi

by -51 views

 

 

ANGGOTA MPR RI, Dr.  H. Kardaya Warnika, Ir., DEA memprakarsai  pertemuan antara warga Kecamatan Gegesik dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Aula Krida Kradenan Desa Gegesik Kidul, Rabu (20/4). Pertemuan dianggap penting untuk memberikan pengetahuan terkait investasi aman bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Kardaya yang kebetulan berasal dari Gegesik meminta warga untuk hati-hati bila ada lembaga yang menawarkan investasi dengan bunga tidak logis.

“Warga jangan terpancing dengan bunga besar tapi lembaga harus benar-benar dapat menjamin uang yang diinvestasikan. Sudah banyak lembaga yang kemudian membawa kabur dana investasi,” ungkap anggota Komisi XI itu.

Kardaya menambahkan banyak contoh lembaga keuangan yang tidak aman diantaranya tidak jelas badan hukumnya, memberikan keuntungan tidak logis seperti bunga 5 persen atau lebih. Tanda lainnya, marketing atau pemilik mengejar nasabah sampai ke rumah.

“Contoh yang nyata lainnya, biasanya kehadirannya awal dengan booming (meledak/menggebu-gebu) tapi kemudian hilang dalam waktu singkat. Dahulu ada lembaga seperti itu  antara lain investasi bebek di Cirebon, di Bogor ada investasi cabai, di Sukabumi ada QSAR dan lainnya. Semuanya menawarkan bunga 5 persen lebih,” kata Kardaya.

Sejumlah warga berdialog dan tertarik dengan permasalahan investasi yang aman masyarakat. Sebelum sosialisasi, warga juga disuguhi kesenian tradisional berokan.

Kepala Cabang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Muhamad Lutfi,  menjelaskan pertemuan wargadengan sejumlah perbankan BUMN  seperti BNI 46, Bank Muamalat, BRI, dan BJB  itu dipandang penting  untuk mengetahui sejauh mana investasi yang aman.

“Kami menyambut baik dan ini memberikan pencerahan bagi warga,” ungkap Lutfi.

Lutfi menjelaskan, pertemuan melibatkan ratusan warga yang rawan dijadikan korban investasi tidak sehat. Banyak lembaga yang sudah menawarkan investasi kemudian dananya dibawa kabur . “Hal ini merugikan masyarakat,” tandasnya.