Hati-hati, Modus Ganjal Lubang ATM Kembali Marak

by -60 views

Hati-hati, Modus Ganjal Lubang ATM Kembali MarakAksi pembobolan ATM bermodus ganjal lubang mesin kembali terkuak di Kota Depok.‎ Polresta Depok menangkap empat tersangka pembobolan ATM BRI Pelni, Sukmajaya, Kota Depok.

Mereka yang diciduk adalah Sod, Nus, Abu, dan Ind. Aksi mereka dilakukan 7 Juli 2017 lalu namun baru terungkap Selasa 1 Agustus 2017. Kasus itu terungkap saat Hamzah Arsyad yang jadi korban setelah mengalami masalah saat melakukan transaksi melalui mesin ATM (anjungan tunai mandiri).

“Korban membatalkan transaksi dan kartu ATM koban tidak dapat keluar atau terganjal, kemudian pelaku yang mengantre di belakang mengarahkan korban untuk menelpon call center yang tertempel di mesin ATM yang ternyata palsu,” ujar Firdaus, Kepala Unit Reserse Kriminal Khusus Polresta Depok.

Seorang pelaku yang berperan sebagai petugas call center meminta pin ATM korban dengan alasan untuk pemblokiran. “Korban mengecek saldo di Bank BRI dan ternyata telah berkurang sebesar Rp 7 juta rupiah,” tuturnya, Selasa 1 Agustus 2017.

Merebaknya aksi pembobolan ATM bermodus ganjal lubang mesin membuat Wakil Kepala Polres Kota Depok Faizal Ramadhani meminta masyarakat waspada. Ia mengimbau masyarakat tak mudah percaya kepada orang asing yang menawarkan bantuan saat ada proses penarikan uang bermasalah di ATM.

Hal senada dilontarkan‎ Manajer Pemasaran BRI Cabang Depok ‎M Prima Imanuddin. Ia menambahkan, BRI memiliki nomor call center resmi yang bisa diakses masyarakat. Prima juga berbagi tips kepada masyarakat agar aman saat bertransaksi di mesin ATM.

“Waktu memasukkan kartu ATM, kita periksa apakah ada yang mengganjal,” ujarnya. Warga diminta memeriksa pula bibir lubang ATM guna memastikan keasliannya. “Jangan pernah memberikan nomor pin kepada siapapun.”

Aksi pembobolan ATM lain

Sebelumnya, aksi ‎pembobolan mesin ATM terjadi di Jalan Kartini, Pancoran Mas. Juanda (29), warga Kalibaru, Cilodong dicokok polisi karena kedapatan mencongkel mesin penarik uang tersebut.

Aksi pelaku terjadi pada Jumat 7 Juli 2017, sekitar pukul 14.00 WIB.‎ Piket Reskrim Polsek Pancoran Mas mengamankan pelaku di ATM Bank BNI Pom Bensin, Jalan Kartini, Pancoran Mas. Dalam aksinya, pelaku mengganjal lubang ATM dengan lempengan mika.

“Pelaku memasang mika didalam lubang kartu ATM kemudian mengambil kartu yang menyangkut di ATM,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Khusus Polresta Depok Firdaus.

Kusnadi, seorang warga nyaris menjadi korban pelaku. Awalnya, Kusnadi bermaksud mengambil uang di lokasi kejadian. Saat kartu ATM dimasukkan ke mesin, korban bermaksud mengambil kembali karena adanya kesalahan nomor pin. Namun kartu tidak mau keluar sehingga korban mencoba menghubungi call center bank tersebut.

“Karena terlihat panik korban didatangi pelaku yang menanyakan ada masalah apa, oleh korban dijawab kartu ATM tertelan,” ucap Firdaus.

Kemudian pelaku menyuruh korban lapor ke Bank BNI di jalan Margonda. Saat korban meninggalkan kartu yang tersangkut di ATM, pelaku pun beraksi. Tindakan kriminal itu ketahui ketika korban urung mendatangi bank dan kembali lagi ke ATM. Nahas, pelaku tertangkap massa karena sepeda motor yang dinaikkinya terjatuh.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com