Hidup Lebih Sehat dengan Food Combining

by -17 views

Jatinangorku.com – Tahukah kamu mengenai food combining? Yuk kita simak artikel ini sejenak!

Food combining adalah pola makan yang memperhatikan ritme biologis serta efektivitas penyerapan zat gizi manusia. Tubuh melakukan tiga aktivitas pengelolaan asupan makanan secara simultan selama 24 jam, yang meliputi mencerna makanan, menyerap sari makanan, dan membuang sampah makanan. Namun aktivitas tersebut tidak berjalan optimal dalam waktu bersamaan. Masing-masing memiliki masa aktif berbeda, sehingga membentuk rantai kerja dalam siklus alami yang sambung-menyambung.

Fase pencernaan (jam 12.00 – 20.00)

Ini adalah rentang waktu bagi tubuh untuk menjalankan fungsi mencerna makanan. Inilah saat paling tepat untuk mengisi perut dengan makanan yang proses cernanya berat dan lama, yakni sumber karbohidrat, sumber protein (hewani maupun nabati), dan sayuran.

Waktu cerna karbohidrat 3 jam, protein 4 jam, dan sayuran 2 jam. Sementara waktu cerna lemak 6 – 8 jam. Mengingat proses pencernaan makanan paling efektif akan berakhir pukul 20.00, makan malam hendaknya sudah selesai satu jam sebelumnya. Agar pada pukul 20.00 malam hingga 04.00 dini hari, tubuh dapat menjalankan fungsi penyerapan sari makanan dengan baik.

Pada rentang ini, makanlah karbohidrat bersama dengan protein nabati dan sayuran, atau protein hewani  dengan sayuran (tanpa karbohidrat/nasi), Hindari memakan nasi dan protein hewani secara bersamaan karena sistem cerna kita akan kerepotan mencerna dan menimbulkan gangguan kesehatan seperti maag, alergi, serta migren

Fase penyerapan (jam 20.00 – 04.00)

Selama siklus ini berlangsung, terjadi proses penyerapan sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna, dan pembagian zat-zat makanan tersebut ke seluruh bagian tubuh. Tubuh bekerja lebih ekstra untuk menyerap zat-zat makanan selama kurun waktu ini. Karenanya, makan terlalu malam ataupun terlambat tidur akan mengurangi pasokan energi yang dibutuhkan dalam proses penyerapan.

Fase pembuangan (jam 04.00 – 12.00)

Fase ini merupakan saat dimana energi akan lebih banyak dipakai untuk membantu proses pembuangan. Zat sisa akan lebih banyak dikeluarkan selama siklus ini. Itulah sebabnya terkadang manusia sering kali tidak memiliki napsu makan di pagi hari. Sebetulnya kondisi ini sangatlah alamiah, karena tubuh sedang dalam fase pembuangan sehingga tidak terlalu membutuhkan makanan yang sulit dicerna.

Awali bagun pagi dengan meminum segelas air jeruk nipis hangat tanpa gula. Mengapa jeruk nipis peras? Maksudnya adalah untuk menyegarkan kembali liver yang sudah semalaman bekerja mendetoks tubuh. Kemudian dapat dilanjutkan dengan sarapan buah-buahan. Fruktosa buah memenuhi syarat untuk menjadi sumber energi tanpa menyebabkan tubuh lelah mencerna. Karena fruktosa mudah sekali diserap tubuh.

 

Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain:

  1. Jangan minum susu bersama makan daging.
  2. Jangan makan ayam bersama minum susu.
  3. Jangan makan ikan bersama telur.
  4. Jangan makan ikan bersama daun salad.
  5. Jangan minum susu bersama cuka.
  6. Jangan makan buah bersama minum susu

 

Dalam agama islam, Rasululah SAW pernah mengingatkan bahwa jangan pernah makan ikan bersama susu, karena akan cepat terkena penyakit. Hal ini terbukti karena para ilmuwan menemukan bahwa daging ikan mengadung ion positif, sedangkan susu mengandung ion negatif. Oleh karena ion yang berlawanan, maka akan terjadi suatu reaksi yang bisa merusak anggota pencernaan. Rasulullah pun pernah mengingatkan kita untuk tidak makan makanan yang berasal dari laut dan darat secara bersamaan. Belakangan ini diketahui bahwa ternyata kedua jenis makanan tersebut memiliki tingkat kelarutan yang berbeda. Makanya, yuk mulai perhatikan pola makan kita!