Hindari Pemalsuan BPJS, Masyarakat Diminta Mengurus Sendiri

by -17 views
Untuk mengantisipasi terjadinya pemalsuan kartu BPJS, masyarakat diimbau agar mengurus sendiri secara langsung pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke Kantor BPJS Kesehatan.
 
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Kabupaten Garut, Ina Gandaliyana mengatakan, pihaknya tidak menganjurkan untuk pembuatan secara kolektif. Namun setiap pembuat kartu diharuskan mendaftar secara langsung ke kantor BPJS.
 
“Kalau ada yang sanggup mendaftarkan secara kolektif, jangan dipercaya. Lebih baik datang langsung ke Kantor BPJS,” ujarnya, Senin (25/7/2016).
 
Menurutnya, pembuatan BPJS dianjurkan secara personal karena ada beberapa hal yang harus dipahami peserta BPJS. Jika dikolektifkan, maka peserta BPJS tak memahami cara penggunaannya.
 
“Kalau pun ada dari desa atau kecamatan yang datang itu hanya sebatas mengantarkan. Tetap saja warganya yang harus mendaftar. Itu juga sebagai langkah antisipasi pemalsuan kartu,” ucapnya.
 
Dituturkan, setelah melakukan pendaftaran warga akan diminta untuk datang kembali 14 hari kemudian dan melakukan pembayaran. Setelah itu kartu BPJS bisa aktif dan mulai digunakan.
 
“Data peserta pun akan ada di data entry kami. Jadi jika ada temuan kartu palsu itu pasti saat akan digunakan. Kalau tidak ada di data kami, tentunya tidak akan bisa digunakan,” sebutnya.
 
Ina mengungkapkan, menjadi peserta BPJS Kesehatan tidaklah rumit. Buktinya di Kabupaten Garut setiap harinya ratusan orang selalu mengantre untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.
 

“Di sini saja ada 100 orang lebih per harinya yang daftar. Asal ada keinginan urus sendiri, pasti bisa. Mungkin di kita ada kebiasaan ingin gampang urus sesuatu,” katanya.