Hingga Lebaran, Harga Beras Dipastikan Stabil

by -27 views
Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta cenderung stabil menjelang puasa tahun ini. Bahkan, sejumlah pedagang memprediksi kondisi seperti itu akan berlangsung hingga lebaran mendatang.
 
Padahal, biasanya selama puasa harga komoditas tersebut kerap mengalami kenaikan. Akan tetapi, karena ketersediaan bahan pokok ini masih melimpah di tingkat petani, menjadikan harga beras cenderung normal. Kondisi ini, diharapkan turut menyetabilkan harga bahan pokok lainnya.
 
Dayat (55), pedagang beras PD Jembar, Pasar Rebo Purwakarta mengatakan, sampai saat ini belum ada kenaikan harga untuk beras. Bahkan, harganya cenderung stabil sejak awal tahun lalu.
Menurutnya, harga beras ini akan terus stabil sampai lembaran mendatang. Mengingat, stok gabah di tingkat petani masih cukup melimpah.
 
“Saat ini, harga beras terbilang normal. Untuk beras dengan kualitas jelek, harganya mencapai Rp 7.000 per liter, untuk kualitas sedang mencapai Rp 8.000 per liter. Sedangkan, beras dengan kualitas super mencapai Rp 9.000 per liter,” ujar Dayat kepada INILAH, Selasa (17/5/2016).
 
Dayat mengaku, dengan stabilnya harga beras ini pedagang diuntungkan. Pasalnya, modal untuk belanja beras ke petani juga turut stabil. Berbeda jika harga beras fluktuasi.
Setiap harinya, pedagang harus menambah modal. Sebab, harga jual dari petani juga mengalami kenaikan setiap hari.
 
Dia mengatakan, setiap dua hari sekali dirinya biasa menjual hingga 50 ton beras. Karena, selain menjadi pedagang eceran, dirinya pun menjadi distributor untuk para pedagang beras lain di pasar tersebut.
 
“Kalau untuk stok di tingkat petani, masih aman. Biasanya, kami mendapat kiriman beras dari luar daerah. Misalnya, dari Indramayu, Subang dan Karawang,” jelas dia.
 
Menurut dia, sepertinya harga beras ini akan cenderung stabil hingga dua bulan ke depan. Bahkan, bisa jadi ada penurunan mengingat beberapa bulan ke depan stok gabah di tingkat petani akan tambah melimpah. Sebab, masih terjadi panen raya di mana-mana. Termasuk, wilayah yang bukan sentra pertanian.
 
Terkait suplai beras, dia menambahkan, memang sedikit tersendat. Tapi, bukan berarti keberadaan komoditas tersebut langka. Tapi, para petani kebanyakan memilih menjual berasnya ke bulog.
 
“Kalau beras mah banyak, cuma kadang suplai dari bandarnya tersendat. Karena, berasnya banyak yang dibeli oleh bulog,” pungkasnya