Hulu Sungai Belum Tersentuh

by -34 views

Hulu Sungai Belum Tersentuh

Jatinangorku.com – Meski pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp 1,3 triliun untuk penataan Sungai Citarum, hal itu belum menyentuh penanggulangan Sungai Citarum di bagian hulu, tepatnya di Kec. Kertasari, Kab. Bandung. Kondisi itu dapat menyebabkan empat kecamatan, yakni Kec. Solokanjeruk, Kec. Majalaya, Kec. Ibun, dan Kec. Paseh rawan banjir.Anggota Komisi C DPRD Kab. Bandung, H. Wawan Sofwan kepada “GM”, Kamis (5/9) mengatakan, selama ini dana penanggulangan Sungai Citarum baru digunakan untuk pengerukan dan normalisasi di kawasan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang hingga ke arah hulu Sungai Citarum di Sapan, Kec. Solokanjeruk.

“Sementara penanggulangan ke arah hulu Su-ngai Citarum yang meliputi Kec. Kertasari, sepertinya belum tersentuh. Itu yang saya tahu. Saya sebagai warga Kertasari tahu persis perkembangan yang ada di hulu Sungai Citarum,” katanya.

Menurutnya, anggaran yang mencapai triliunan rupiah itu, seharusnya juga digulirkan untuk penanganan reboisasi kawasan hutan di kawasan hulu Sungai Citarum. “Penanganan hulu Sungai Citarum, tidak harus mengesampingkan atau menghentikan para petani setempat yang sudah biasa mengolah lahan di kawasan hulu Sungai Citarum,” katanya.

Menurutnya, para petani bisa dijadikan mitra pemerintah untuk penghijauan lahan kritis. “Kalaupun ada gerakan reboisasi, para petani tetap pada aktivitas dan kegiatannya sehari-hari mengolah lahan pertanian,” katanya.

Dengan begitu, lanjutnya, selain bertani, mereka juga memelihara tanaman yang sudah ditanam. “Soalnya, pohon yang sudah ditanam kalau tidak dirawat akan mati,” katanya.

Polisi hutan

Ia pun menyatakan gerakan penghijauan di kawasan hulu Sungai Citarum harus melibatkan polisi hutan. Mereka difungsikan untuk mengawasi dan mengontrol tanaman yang sudah ditanam.

“Jangan sampai tanaman yang baru ditanam ada yang mencabut,” katanya.

Penghijauan di kawasan hulu sungai itu dilakukan dengan harapan leuweung hejo rakyat ngejo. “Jadi kita harus mengembalikan fungsi hutan menjadi kawasan hijau,” katanya.

Program penghijauan di kawasan hulu sungai harus segera dilaksanakan atau bersamaan pelaksanaannya di awal musim hujan. “Gerakan penghijauan itu untuk mengantisipasi saat memasuki musim kemarau,” katanya.

Saat ini saja belum satu bulan musim kemarau, aliran air di hulu Sungai Citarum sudah menyusut. Jika kawasan hulu Sungai hijau maka akan dapat mengatur sirkulasi air saat kemarau. Untuk itu, penghijauan di kawasan hutan dapat berpengaruh pada persediaan air permukaan ataupun air tanah.

Sumber : http://klik-galamedia.com