IHSG Turun, Dolar Naik, Apa yang Harus Dilakukan?

by -92 views

IHSG Turun, Dolar Naik, Apa yang Harus Dilakukan?

Jatinangorku.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks gabungan dari harga saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya jika IHSG naik, maka secara umum saham-saham yang diperjualbelikan di BEI mengalami kenaikan harga. Jika IHSG turun ya berarti saham-saham tersebut secara umum turun, meskipun ada beberapa saham yang naik juga. 

Kondisi pasar saham saat artikel ini ditulis adalah dalam kondisi IHSG turun. Penurunan ini maksudnya adalah jika IHSG saat ini dibandingkan dengan IHSG pada empat bulan sebelumnya. Tapi jika dibandingkan dengan awal tahun 2013, sebetulnya kondisinya bisa dibilang sama alias tidak turun. Apalagi jika dibandingkan dengan posisi pada lima tahun yang lalu. Harga saat ini jauh di atas harga pada tanggal yang sama di tahun 2008., padahal saat ini IHSG sedang turun seperti dapat dilihat pada grafik sebagai berikut: 

Sumber: http://finance.yahoo.com

Penurunan IHSG belakangan ini meskipun dinilai cukup tajam tapi masih lebih tinggi harganya dibandingkan tahun sebelumnya. Pergerakan harga saham ini diprediksikan bukan karena faktor fundamental sehingga tidak perlu terlalu khawatir. Artinya dalam beberapa saat ke depan, IHSG diperkirakan akan kembali naik. Kondisi saat  ini tidak lebih buruk dibanding pada tahun 2008. 

Baik yang terjadi pada tahun 2008 maupun tahun 2013, penurunan IHSG sama-sama bukan faktor fundamental. Tahun 2008 dalam waktu singkat IHSG kembali naik bahkan cepat sekali melebihi posisi harga sebelum terjadinya penurunan. Oleh karena itu, cukup beralasan jika kita tetap optimis bahwa sekarang IHSG akan naik. 

Setali tiga uang. Seiring melemahnya IHSG, harga rupiah juga mengikuti pelemahan. Salah satu sebabnya selain neraca pembayaran Indonesia yang negatif, adalah banyak dana asing yang keluar dari Indonesia akibat dari penjualan-penjualan saham yang dilakukan asing. Jadi ketika nanti harga saham dinilai pasar akan naik, maka dana-dana itu akan masuk kembali ke Indonesia yang akan membuat harga rupiah naik. 

Jika dilihat dari grafik harga rupiah terhadap USD dalam lima tahun terakhir, maka akan terlihat bahwa rupiah cukup stabil untuk jangka panjang. Kenaikan rupiah selalu hanya terjadi sesaat dan dalam waktu singkat akan kembali ke harga sebelum terjadi fluktuasi. Coba perhatikan grafik di bawah ini terutama saat terjadinya fluktuasi rupiah pada tahun 2008, di mana pada tahun yang sama terjadi juga penurunan IHSG. 

Sumber: http://finance.yahoo.com

Dengan data-data yang saya miliki, maka saya berkesimpulan bahwa IHSG turun dan dolar naik sekarang ini hanya akan terjadi dalam jangka waktu yang relatif pendek, sehingga tidak ada alasan sedikit pun untuk panik. Panik hanya akan membuat keputusan investasi kita menjadi tidak rasional. 

Apa yang harus kita lakukan dengan kondisi ini? 

Karena harga dolar sedang naik, (saat artikel ini ditulis, harganya Rp11.215 untuk 1 USD), maka saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyimpan uang Anda dalam USD. Justru jika Anda sudah memiliki dolar, maka saat ini adalah waktu yang tepat untuk jual dolar Anda. Selain menguntungkan buat Anda, juga itung-itung membantu bangsa ini untuk menaikkan mata uangnya. 

Sedangkan dengan penurunan IHSG dan prediksi bahwa penurunan IHSG ini hanya bersifat sementara, maka saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli saham maupun instrumen-instrumen investasi yang mengandung saham seperti Reksadana Saham, Reksadana Campuran, Reksadana ETF dan sejenisnya. 

BUKAN SEBALIKNYA!

Banyak orang yang justru takut investasi di saham ketika saham lagi turun. Dan karena panik malah memindahkannya ke dolar. Padahal dolar sedang mahal. Investasi yang baik adalah beli saat harga murah dan jual saat harga mahal. Bukan sebaliknya! Jadi kalau dolar lagi mahal berarti bukan waktu yang tepat untuk beli dolar dan jika IHSG murah berarti itu adalah saat yang tepat untuk membeli saham dan instrumen-instrumen sejenis saham. 

Dalam investasi kita harus cerdas dan buang jauh-jauh kepanikan. 

Sumber : http://id.she.yahoo.com/