IMB di Jatinangor Harus Selektif

by -70 views



JATINANGOR (GM) – Geliat pembangunan di kawasan Jatinangor, Kab. Sumedang membuat sejumlah pihak mengkhawatirkan dampaknya terhadap lingkungan, keamanan, dan kebutuhan air bawah tanah.

Menyikapi persoalan itu, Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Rakyat Bersatu untuk Keadilan (LSM Forrbeka) Kab. Sumedang meminta Pemkab Sumedang untuk lebih selektif dalam mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB).

Apalagi setelah berdiri apartemen dan muncul rencana untuk mendirikan rumah susun hak milik (rusunami). Semua ini harus menjadi perhatian semua pihak. Selain menghindari persaingan usaha yang tidak sehat.

“Kami berharap pemerintah jangan hanya memikirkan pendapatan asli daerah (PAD). Tetapi juga harus memikirkan dampak lingkungan setelah berdirinya bangunan. Selain menghindari kesewenang-wenangan pihak tertentu dalam mendirikan pembangunan, yang dapat merugikan masyarakat banyak,” kata Ketua LSM Forrbeka Kab. Sumedang, Sitam Rasyid kepada “GM” di Jatinangor, Selasa (8/5).

Menurut Sitam, berbagai bangunan yang kini berdiri dikhawatirkan akan menjadi ancaman ketersediaan air bawah tanah jika pemenuhan kebutuhan air dilakukan melalui sumur artesis. “Kami memperkirakan, persediaan air bawah tanah di Jatinangor pada 2018 akan habis jika sumur artesis dibiarkan dalam pelaksanaan berbagai pembangunan tersebut,” katanya.

Untuk itu ada dua faktor yang harus menjadi perhatian, yaitu peran masyarakat dan proses IMB. Masyarakat dan pengusaha harus memperhatikan penyelamatan lingkungan.

“Di situ peran masyarakat bawah harus muncul. Jangan sampai warga di sekitar lokasi pembangunan dikumpulkan pengusaha, lalu setelah diberi uang Rp 50.000-Rp 100.000, tiba-tiba menandatangani izin warga untuk pembangunan. Mereka harus memikirkan dampaknya,” katanya.
(B.105)**

Sumber : klik-galamedia