Imbas Kemarau Panjang, Warga Jatiroke Terpaksa Membeli Air untuk Konsumsi

by

Warga Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengaku, terpaksa membeli air setiap harinya, untuk memenuhi berbagai kebutuhan, karena mengalami krisis air bersih.

Hal tersebut merupakan imbas dari kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sumedang dan dirasakan oleh warga sejak lima bulan terakhir.

“Selama beberapa bulan terakhir selalu beli air, setiap harinya beli air sebanyak satu toren kecil seharga Rp 12 ribu. Air untuk masak dan minum,” kata Atang Supriadi, warga Desa Jatiroke di Sungai Cikeruh, Selasa (16/10/2018).

Sebaliknya, untuk kebutuhan mandi atau mencuci, warga Desa Jatiroke memanfaatkan air dari aliran Sungai Cikeruh yang berada di sekitar permukiman penduduk.

Atang mengatakan, untuk kebutuhan mandi serta mencuci, ia mempergunakan air dari Sungai Cikeruh yang diambil menggunakan jeriken dan dilakukan setiap pagi, bersama warga lainnya.

Kondisi air Sungai Cikeruh sendiri, menurut warga, masih dalam kondisi cukup jernih dan layak dipergunakan untuk mandi atau mencuci, karena tidak menimbulkan bekas di tubuh atau pakaian.

 

Sedangkan, kata Atang, untuk kebutuhan konsumsi, meski dalam kondisi relatif cukup jernih, ia sangat ragu seiring maraknya pembangunan gedung komersil di kawasan hulu Sungai Cikeruh.

“Takut ada apa-apa, di atas, kan, banyak apartemen, takutnya itu air kebanyakannya air pembuangan,” katanya.

Atang berharap, hujan dapat segera turun dan sumur miliknya kembali terisi, mengingat kesulitan mendapatkan air bersih ini jauh lebih lama dibandingkan tahun – tahun lalu.

“Tahun lalu biasanya cuma tiga bulan saja, ini sudah lima bulan,” katanya.

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com