Imbauan Serikat Pekerja Kenaikan BBM Jangan Beratkan Buruh

by -37 views

Imbauan Serikat Pekerja Kenaikan BBM Jangan Beratkan Buruh

Jatinangorku.com – Serikat pekerja di Kabupaten Bandung akan membangun komunikasi dua arah dengan pemerintah dan pengusaha, untuk menekan dan mengendalikan harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran.

“Pendekatan dan sosialisasi harus dilakukan untuk mengimbangi perkembangan ekonomi imbas dari pencabutan subsidi bahan bakar minyak solar,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Kab. Bandung, Ade Suryatna didampingi wakilnya, A. Sumarno kepada “GM” di Rancaekek, Senin (11/8).

“Pendekatan kami lakukan dengan pemerintah, supaya bisa menekan harga sembako di lapangan. Jangan sampai memberatkan kalangan para buruh,” kata Ade.

Sementara pendekatan dengan pihak perusahaan, lanjutnya, untuk menyampaikan harus adanya kesesuaian pendapatan para buruh dengan harga sembako yang berlaku di pasar.

“Peranan pemerintah dan pengusaha itu sangat penting dalam menyikapi kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di kalangan para buruh,” ujarnya.

Dikatakannya, jika tidak disikapi sesegera mungkin, dikhawatirkan akan berimbas pada sektor ekonomi karena kenaikan bahan bakar minyak solar akan berdampak pada daya beli masyarakat.

Penyesuaian

Menurut Ade, harus ada penyesuaian antara daya beli dan kebutuhan ekonomi para buruh. Salah satu solusinya, memantau hasil survei pasar yang dilaksanakan dewan pengupahan.

“Dari hasil survei itu, nantinya bisa diketahui berapa daya beli masyarakat yang dibutuhkan dalam kurun waktu selama satu bulan,” katanya.

Menurutnya, hasil survei itu, akan menjadi tolok ukur untuk menentukan besaran upah minimum kabupaten (UMK) pada 2015.

“Pelaksanaan survei pasar baru dilaksanakan satu kali bulan Maret 2014 lalu. Survei pasar yang kedua akan dilaksanakan pada September atau Oktober 2014,” tuturnya.

Ade mengatakan, survei pasar kedua menjadi survei terakhir untuk menentukan dasar penetapan kebutuhan hidup layak (KHL).

“Walaupun pelaksanaan survei dua kali dengan perkembangan ekonomi yang berbeda, tetap harus ada penyesuaian dalam menentukan besaran upah. Soalnya, saat survei Maret lalu, belum ada imbas dari pencabutan subsidi bahan bakar minyak solar, seperti yang terjadi saat ini,” tuturnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/