Indonesia Butuh Tambahan Setidaknya 800 Ribu Pelaku Wirausaha, Mahasiswa Jadi Harapannya

by -34 views

Kebun Emas 486 x 60

JATINANGOR – [4/02/2013]

Dilansir dari unpad.ac.id, jumlah wirausahawan di Indonesia tahun 2012 baru mencapai 1,56% dari jumlah penduduk. Jumlah tersebut mengalami peningkatan setelah pada tahun sebelumnya baru kurang lebih 0, 24%. Idealnya, jumlah wirasahawan di Indonesia setidaknya mencapai sekitar 2%.

“Tahun ini, kita butuh sekitar 800 ribu wirausahawan lagi untuk mencapai angka 2% itu,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Setio saat memberikan sambutan dalam roadshow “Gerakan Kewirausahaan Nasional 2013” di Bale Santika Unpad, Jatinangor, Senin (4/02). Menurutnya, yang diperlukan saat ini untuk memenuhi persentase tersebut ialah mengubahmindset berpikir terutama di kalangan mahasiswa.

“Mahasiswa harus ubah mindset jangan hanya mengandalkan ijazah untuk melamar kerja,” tegasnya.

Prakoso menilai, untuk menjadi seorang wirausahawan seringkali mengalami kendala bahkan kegagalan. Dibutuhkan keberanian untuk memulai dan keberanian untuk tidak takut menghadapi kegagalan. “Inti dari kewirausahaan ialah bermimpi dan memulai. Apabila menemukan kegagalan, ingat saja kegagalan hanyalah penundaan dari kesuksesan,” ujarnya.

Depkop sendiri siap membantu para wirausahawan yang terutama memiliki kendala pada bidang modal/finansial. Melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2013, Prakoso mengajak mahasiswa Unpad serta di luar Unpad untuk ikut berpartisipasi membuat business plan. Bukan hanya kalangan mahasiswa, masyarakat umum pun diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam GKN 2013.

GKN 2013 sendiri merupakan program untuk menjaring wirausahawan-wirausahawan baru di Indonesia. Program ketiga kalinya ini akan menyeleksi sekitar 1000 proposal wirausaha dari setiap daerah di Indonesia. Proposal terbaik akan didanai oleh Kementrian Koperasi dan UKM sebesar Rp. 25 juta.

Unpad sendiri ikut berpartisipasi di dalam program tersebut. Bekerjasama dengan Kementrian Kewirausahaan Badan Eksekutif Mahasiswa Unpad, program ini diharapkan dapat menjadi kesempatan baik bagi civitas sakademika Unpad untuk memulai dan mengembangkan kewirausahaan.

Menurut Kepala Bagian Minat, Penalaran, dan Informasi Biro Kemahasiswaan Unpad, Benny R. Saerang, S.Sos., animo civitas akademika Unpad yang bergelut dalam kewirausahaan sangat tinggi. Oleh karena itu, program yang dilakukan oleh Depkop sendiri diharapkan dapat membantu civitas akademika Unpad untuk mengembangkan usahanya.

Acara ini diisi oleh pemberian materi mengenai penyusunan proposal kewirausahaan yang baik oleh Eni Saeni, Kepala Biro TEMPO Jawa Barat dan Banten.*

Laporan oleh Maulana / eh *

Kebun Emas 486 x 60