Industri Mebel di Sumedang Sulit Berkembang

by -153 views

Jatinangorku.com – Usaha mebel di Sumedang belum bisa berkembang pesat seperti di Jepara, Jawa Tengah. 

Penyebabnya ternyata proses pengolahan yang kurang sempurna sehingga membuat karya ukiran dan mebel pun jadi kurang berkualitas.

Hal ini disampaikan Kabid Pemasaran dan Jaringan Usaha di Dinas Koperasi dan UMKM, Ani Apriani, setelah berdiskusi bersama pemebel dari Jepara beberapa waktu lalu yang juga diikuti 50 orang pelaku usaha mebel dan ukiran di Sumedang.

“Jadi proses pengolahan yang sempurna menentukan kualitas dan hasil akhir sebuah usaha mebel,” kata Ani, Minggu (31/8/2014).

Menurut Ani, setiap usaha memang membutuhkan pengolahan yang sempurna yang dapat meningkatkan pemasaran. Namun, usaha mebel ternyata harus lebih teliti lagi.

Dia menjelaskan, usaha mebel sangat membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Apalagi jika mebel akan dijual dengan ciri khas ukirannya.

Mulai dari pemilihan kayu ketika masih dalam bentuk pohon, penebangan, sampai pada pemilihanbidang-bidang kayu lalu mengolahnya menjadi mebel, dibutuhkan beberapa tenaga ahli, terutama ahli kayu.

“Ahli kayu inilah yang menentukan kualitas selanjutnya dari sebuah mebel,” kata Ani.

Ani menjelaskan, pengolahan kayu pun memerlukan tindakan tak sederhana. Kayu yang sudah ditebang sebaiknya jangan disimpan di tanah untuk menghindari masuknya hama.

Pastikan kayu sebelum ditebang bersih dari hama dengan cara menyuntikkan antihama tapi tanpa mematikan kondisi biologis kayu atau pohon itu sendiri.

“Tanpa merusak alam, tapi hama dari kayu yang akan digunakan mebel dipastikan bersih dari hama,” ujar Ani.

Informasi soal pengolahan kayu berhama dibutuhkan pemebel Sumedang karena kayu yang dihasilkan dari Rancakalong relatif mengandung hama. Mebel yang dihasilkan pun, lanjutnya, menjadi tidak sempurna.

Ani menjelaskan, usaha mebel di Jepara yang sudah berjalan ratusan tahun dipengaruhi berbagai budaya, seperti Tiongkok, Rusia, dan Inggris. Akulturasi inilah yang membuat ukiran dan mebelair Jepara terkenal.

Jika merunut pada sejarah masa lalu tentang kondisi geografis Jepara, Ani yakin Sumedang pun mampu mengakulturasikan budaya-budaya yang pernah masuk pada masa lalu lalu dikreasikan menjadi sebuah karya mebel dan ukiran terbaik.

Dia mengatakan, ada seratusan lebih perajin mebel di Sumedang. Mereka diajak berkunjung ke Jepara untuk mendapatkan wawasan tentang teknik pembuatan dan pemasaran.

Saat ini, sentra mebel terbagi menjadi sekitar tiga lokasi yaitu di Conggeang, Paseh, dan Rancakalong. Tiga sentra mebel ini sudah mempunyai identitas produsen terbaik mebel di Sumedang dengan berbagai kegiatan dan program yang digulirkan baik dari pemerintah maupun perusahaan swasta untuk kemajuan usaha dan pemasaran

Sumber : http://www.inilahkoran.com/