Inflasi Jabar 2014 Mencapai 7,14%

by -27 views

Jatinangorku.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat laju inflasi pada Desember 2014 di wilayahnya mencapai 2,14%. Angka tersebut berada di bawah laju inflasi nasional pada bulan yang sama sebesar 2,46%.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dody Gunawan Yusuf menyebutkan, tekanan pada inflasi tahun ke tahun selama dua belas bulan terakhir (yoy) Jabar mencapai 7,41%.

Inflasi Desember 2014 dipicu oleh naiknya harga barang/jasa yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran.

“Laju inflasi tahun kalender 2014 (year to date) sebesar 7,41%,” ujar Dody akhir pekan ini.

Dia menjelaskan, dari tujuh kelompok pengeluaran, semuanya mengalami inflasi. Antara lain kelompok bahan makanan sebesar 2,83%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,52%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,99%, kelompok sandang 0,34%, kelompok kesehatan 1,20%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,24%.

Lebih lanjut dituturkannya, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penyumbang inflasi tertinggi yakni sebesar 6,22%. Sub-kelompok yang mengalami inflasi tertinggi pada kelompok ini adalah sub-kelompok transportasi.

“Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi adalah angkutan dalam kota, bensin,

solar

dan angkutan antar-kota,” katanya.

Dari tujuh kota pantauan IHK di Jabar selama November 2014, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 2,44%, diikuti Kota Sukabumi 2,43%, Kota Bandung 2,34%, Kota Depok 2,13%, Kota Bekasi 1,99%, Kota Bogor 1,86%, dan Kota Cirebon 1,78%.

Dia menilai, jika dibandingkan dengan besarnya inflasi Januari-Desember di Jabar dalam kurun waktu 2010-2014, inflasi gabungan tertinggi terjadi pada 2013 yakni sebesar 9,15%.

“Inflasi terendah terjadi pada 2011 sebesar 3,10%. Tahun 2010 6,62%, sedangkan tahun 2012 sebesar 3,86%, dan tahun 2014 sebesar 7,41%,” pungkasnya

Sumber : http://www.inilahkoran.com/